Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Dampak Banjir, Petani Banten Rugi Puluhan Miliar Rupiah

by Edwin Mahesa
Januari 23, 2026
in PERISTIWA
Dampak Banjir, Petani Banten Rugi Puluhan Miliar Rupiah

Sayuti saat memandangi lahan sawah miliknya. DIEBAJ GHUROOFIE/BANTEN POS

SERANG, BANPOS – Bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Provinsi Banten sejak akhir tahun 2025 berdampak pada sektor pertanian.

Ribuan hektare sawah dilaporkan terendam yang mengakibatkan gagal panen atau puso. Kerugian para petani pun ditaksir lebih dari puluhan miliar.

Baca Juga

Indikator Keberhasilan GPM Jaga Stabilitas Harga Dipertanyakan

Maret 5, 2026
Dua Kali Dicuekin Gubernur dan Ketua DPRD Banten, Forum Guru Kecewa

Dua Kali Dicuekin Gubernur dan Ketua DPRD Banten, Forum Guru Kecewa

Februari 28, 2026
Di-tes Urine, Polda Banten Bebas Narkoba

Di-tes Urine, Polda Banten Bebas Narkoba

Februari 23, 2026
Pengobatan Gratis PDI Perjuangan Hadir untuk Warga Walantaka dan Curug

Pengobatan Gratis PDI Perjuangan Hadir untuk Warga Walantaka dan Curug

Februari 8, 2026

Berdasarkan data Dinas Pertanian (Distan) Banten per 19 Januari 2026, banjir menimpa 6 kabupaten dan kota se Banten dalam periode itu. 8.108 hektare (Ha) lahan sawah dilaporkan terendam.

532,5 Ha di antaranya alami gagal panen, alias puso.

Padi-padi yang terendam itu dikabarkan hampir memasuki masa panen, dengan kurun usia 40 sampai 100 hari.

Koordinator Tanaman Pangan Distan Banten, Dadan Firdaus Setya Permana mengatakan, banjir paling parah merendam wilayah Kabupaten Serang.

22 kecamatan dilaporkan terendam banjir dengan luas lahan 1,969 Ha. 319 hektare diantaranya dilaporkan puso.

“Lalu Kabupaten Lebak sebanyak 211 hektare sawah terdampak, 108 hektare alami puso. Kabupaten Pandeglang 4,794 hektare terdampak, 65 diantaranya puso. Beberapa diantaranya sudah surut,”kata Dadan, Rabu (21/1).

Dikatakannya, insentitas hujan yang tinggi, membuat beberapa lahan sawah tergenang banjir lebih dari satu kali.

Seperti di Kecamatan Cikeusik, sedikitnya 60 hektare terendam banjir pada bulan November lalu, dan terendam lagi di bulan Desember hingga Januari 2026.

Hal serupa terjadi di Kecamatan Sobang, 103 hektare terendam lebih dari satu kali.

Ia mengungkapkan bahwa timnya masih terus melakukan pengamatan terhadap lahan sawah yang terendam banjir.

“Rata-rata banjir di Kabupaten Pandeglang pada periode Desember sudah surut, tapi banjir lagi di Januari 1,”ujarnya.

Menurutnya, kerugian para petani bervariatif.

Namun jika dihitung secara rata-rata dari masa pemupukan, setiap hektarenya bisa menghasilkan 6 ton gabah dengan harga jual Rp6.500 perton atau Rp39 juta per hektare.

Artinya, jika diakumulasikan dengan jumlah luas lahan yang gagal panen, kerugian para petani bisa mencapai Rp20 miliar lebih.

“Saat ini kita sedang mendata semua sawah yang puso, dan kita ajukan penggantian benih kepada Kementerian Pertanian RI. Setiap hektarnya Insya Allah akan mendapatkan ganti 25 kg benih,” tuturnya.

Masalah banjir ini tentu menjadi ancaman nyata bagi para petani, maka dari itu Distan Banten saat ini tengah mengadakan AUTP atau Asuransi Usaha Tani Padi dengan menyasar 2 ribu hektare sawah di Banten.

Program asuransi itu diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi para petani akan potensi bencana yang jelas mengancam ini.

Disisi lain, Ketua Komisi II DPRD Banten Iip Makmur mendorong adanya pembenahan dan peningkatan infrastruktur tani yang memadai dan juga bisa mencegah terjadinya banjir.

Sebab, para petani sendiri merupakan para pahlawan pangan, yang tentunya perlu mendapatkan perlindungan khusus.

“Tentu kita mendorong akan adanya normalisasi sungai-sungai khususnya di daerah pertanian, karena kita tidak ingin ada petani-petani yang merugi akibat meluapnya air sungai,” ujarnya.  (*)

Tags: BantenSawah Puso
ShareTweetSend

Berita Terkait

PEMERINTAHAN

Indikator Keberhasilan GPM Jaga Stabilitas Harga Dipertanyakan

Maret 5, 2026
Dua Kali Dicuekin Gubernur dan Ketua DPRD Banten, Forum Guru Kecewa
PEMERINTAHAN

Dua Kali Dicuekin Gubernur dan Ketua DPRD Banten, Forum Guru Kecewa

Februari 28, 2026
Di-tes Urine, Polda Banten Bebas Narkoba
HUKRIM

Di-tes Urine, Polda Banten Bebas Narkoba

Februari 23, 2026
Pengobatan Gratis PDI Perjuangan Hadir untuk Warga Walantaka dan Curug
POLITIK

Pengobatan Gratis PDI Perjuangan Hadir untuk Warga Walantaka dan Curug

Februari 8, 2026
Asik, WP Taat Bayar Pajak Kini Langsung Diganjar Hadiah
PEMERINTAHAN

Asik, WP Taat Bayar Pajak Kini Langsung Diganjar Hadiah

Februari 6, 2026
Gubernur Andra: Kepala Daerah Harus Siap Dicaci Dimaki
PEMERINTAHAN

Gubernur Andra: Kepala Daerah Harus Siap Dicaci Dimaki

Januari 29, 2026
Next Post
Siap-siap Rebutan, Kursi Program Mudik Gratis Merosot Tajam

Siap-siap Rebutan, Kursi Program Mudik Gratis Merosot Tajam

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh