CILEGON, BANPOS – Pemerintah Kota Cilegon melakukan penandatanganan kesepakatan bersama atau memorandum of understanding (Mou) dengan PT Krakatau Steel (KS) terkait optimalisasi pemanfaatan aset lahan guna mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan peningkatan investasi di Kota Cilegon, di Rumah Dinas Walikota, Rabu (21/1).
Walikota Cilegon, Robinsar, mengatakan kerja sama tersebut difokuskan pada dua PR utama, yakni penyediaan akses jalan dan permodalan, khususnya pada lahan PCM.
“Hari ini kita sudah ber Mou dengan jajaran karena PR nya lahan PCM itu dua. Dalam rangka pemanfaatan aset, pertama akses jalan kedua permodalan minimal akses sudah terselesaikan,” katanya, Rabu (21/1).
Menurutnya, penyelesaian akses menjadi langkah awal agar lahan dapat segera dimanfaatkan secara produktif untuk pengembangan kawasan pelabuhan maupun kawasan ekonomi.
“Tinggal bicara modal tuh, modal kan banyak, kita investasikan atau mungkin kita nanti kolaborasikan, kerjasamakan. Sifatnya itu yang penting lahan produktif untuk pengembangan kawasan ekonomi khusus atau dalam rangka memenuhi fasilitas yang ada di kawasan,” ujarnya.
Pembangunan akses jalan-pun kata Robinsar, bukan di lokasi akses jalan yang telah ada.
Melainkan akses jalan akan dibangun melewati lahan KS, lalu lahan Warnasari kemudian tembus jalan utama kawasan industri.
“Itu (bukan di bangun di jalan existing), ada pipa, memang tidak direkomendasikan. Makanya MoU hari ini dari samping Lotte tembus ke Jalan Amerika. Dari Osaka (Krakatau Osaka Steel) itu, tembus ke Jalan Amerika,” tuturnya.
Lebih lanjut, pembangunan akses jalan Pelabuhan Cilegon, kata dia, beriringan dengan program Presiden RI, Prabowo Subianto dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.
“Intinya semua terbuka, tapi prinsipnya juga persoalan perlu diselesaikan, tinggal mana yang lebih siap, mana yang lebih cepat dan lebih menguntungkan untuk pemerintah,” ucapnya.
Ditempat yang sama, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Muhamad Akbar Djohan mengungkapkan kegiatan tersebut dilandasi pengoptimalan pemanfaatan aset.
Baik aset negara, aset pemerintah daerah, serta aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi Pemerintah Kota Cilegon.
Sementara itu, Krakatau Steel sebagai ekosistem Danantara, kata Akbar, tentu akan memberikan manfaat semaksimal mungkin dengan memberdayakan seluruh aset, seluruh jaringan, kemampuan, SDM, bersama dengan Pemkot Cilegon.
Dalam rangka mendukung program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), KS juga telah memiliki 500 hektar. Yang rencananya akan diperluas hingga 10ribu hektar.
“Sekarang itu yang sudah kita miliki hampir 500 hektar rencananya akan menjadi ke 2 ribu bahkan ke 10 ribu hektare. Tentu kita punya harapan yang jauh lebih besar sehingga memberi dampak jauh lebih besar kepada pemerintah kota,” tandasnya. (*)



Discussion about this post