LEBAK, BANPOS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak memastikan jumlah produksi padi di tahun ini tetap aman terkendali, meski ratusan hektare sawah di Kabupaten Lebak terendam banjir akibat cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari yang lalu.
Diperkirakan jumlah padi yang dihasilkan mampu memenuhi jumlah konsumsi warga selama setahun kedepan.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, Rahmat Yanuar, menyampaikan akibat guyuran hujan seharian dengan intensitas sedang hingga berat beberapa hari yang lalu tercatat ada sekitar 269 hektar lahan sawah yang terendam banjir.
Lahan tersebut tersebar di empat kecamatan, yakni Cikulur, Cibadak, Malingping, dan Wanasalam.
Kemudian dari jumlah lahan tersebut 50 hektar lahan dipastikan mengalami puso atau gagal panen. Sedangkan 73 hektar lahan sawah lainnya dalam status kondisi terancam puso.
“Untuk kumulatifnya itu yang terkena ada 269 hektar yang puso 50 hektar, yang terancam 73 hektar,” ujar Rahmat.
Terhadap para petani yang lahannya terdampak banjir dan terancam gagal panen, Rahmat berharap mereka bisa diusulkan untuk mendapatkan program bantuan bibit.
Harapannya melalui bantuan tersebut mereka dapat kembali bertani.
“Mudah-mudahan yang puso ini ya bisa kita mengajukan bantuan, dan bukan mudah-mudahan tapi harus itu ya minimal ada bantuan bibit untuk mereka tanam kembali,” ucapnya.
Meski di awal tahun ini terdapat ratusan hektar lahan persawahan di Kabupaten Lebak terendam banjir, namun Rahmat menegaskan hasil produksi padi di tahun ini diproyeksikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Ia pun kemudian menyampaikan proyeksi hasil produksi padi untuk periode triwulan pertama di tahun 2026.
Pada periode Januari 2026, jumlah potensi panen padi mencapai 15.215 hektar dengan produksi padi mencapai 89.769 ton.
Kemudian untuk periode Februari 2026 proyeksi potensi luas panen padi mencapai 13.765 hektar dengan total produksi diperkirakan mencapai 81.212 ton.
Lalu selanjutnya, untuk periode Maret 2026 potensi luas panen padi mencapai 9.915 hektar dengan total produksi mencapai sekitar 58.499 ton.
Sehingga jika ditotal potensi luas panen di Kabupaten Lebak mencapai 38.895 hektar dengan perkiraan hasil produksi padi mencapai 229,479 ton.
“Januari–Maret tahun 2026 potensi panen di Kabupaten Lebak mencapai 38.895 hektar dengan total produksi sekitar 229,479 ton,” ucapnya.
Melihat data tersebut, Rahmat memastikan ketersediaan pasokan cadangan pangan di Kabupaten Lebak tetap terjamin.
“Jadi mudah-mudahan apa yang kita data ini ketersediaan pangan di Kabupaten Lebak insyaallah terjamin,” tandasnya. (*)







Discussion about this post