Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Tangani Banjir, Andra Soni Bakal Kuatkan Koordinasi

by Edwin Mahesa
Januari 14, 2026
in KESRA, PEMERINTAHAN
Tangani Banjir, Andra Soni Bakal Kuatkan Koordinasi

SERANG, BANPOS – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa penanganan banjir di Provinsi Banten harus dilakukan secara bertahap dan menyeluruh melalui penguatan koordinasi lintas lembaga. Menurutnya, banjir yang melanda hampir seluruh wilayah Banten merupakan dampak kombinasi curah hujan ekstrem dan persoalan lingkungan yang belum tertangani secara optimal.

Andra menjelaskan, fenomena hidrometeorologi dengan intensitas hujan tinggi tidak hanya terjadi di Banten, tetapi juga hampir di seluruh wilayah Indonesia. Kondisi ini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk segera membenahi sistem drainase dan aliran sungai, khususnya di kawasan perkotaan.

Baca Juga

Gubernur Tegaskan Randis Dilarang Dipakai untuk Mudik

Maret 7, 2026
KONI Banten Diminta Tingkatkan Prestasi Nasional dan Internasional

KONI Banten Diminta Tingkatkan Prestasi Nasional dan Internasional

Februari 3, 2026
Gubernur Andra: Kepala Daerah Harus Siap Dicaci Dimaki

Gubernur Andra: Kepala Daerah Harus Siap Dicaci Dimaki

Januari 29, 2026
Banten Jadi Provinsi Terbaik Penanganan TBC

Banten Jadi Provinsi Terbaik Penanganan TBC

Desember 28, 2025

“Hidrometeorologi ini terjadi hampir di seluruh Indonesia. Curah hujan sangat tinggi. Ini mengingatkan kita bahwa drainase, terutama drainase perkotaan, harus mulai kita benahi dan itu tidak bisa sendiri, harus kita koordinasikan,” ujar Andra, Selasa (13/1).

Ia menambahkan, koordinasi penanganan banjir harus melibatkan pemerintah kabupaten dan kota, balai-balai teknis, hingga instansi yang memiliki kewenangan di kawasan konservasi.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian serius adalah Padarincang, Kabupaten Serang, yang kerap dilanda banjir meski hujan dengan intensitas rendah.

“Di Padarincang itu hujan sedikit saja sudah banjir. Kita sudah berkoordinasi dengan Balai Besar dan Balai Konservasi Alam terkait Rawa Danau. Sekarang sudah mulai dilakukan pengerjaan-pengerjaan kecil,” jelasnya.

Menurut Andra, penanganan banjir tidak cukup hanya dengan respons darurat, tetapi harus dibarengi program berkelanjutan yang menyentuh akar persoalan. Koordinasi serupa juga dilakukan untuk penanganan banjir di Kota Cilegon yang hampir setiap tahun mengalami genangan, namun kali ini ketinggian air meningkat signifikan.

“Biasanya banjir setinggi betis, sekarang bisa sampai dada bahkan setinggi orang dewasa. Selain faktor cuaca, ada perubahan fungsi sungai dan aliran air yang harus kita benahi bersama,” ungkapnya.

Untuk upaya jangka pendek, Pemprov Banten akan melakukan normalisasi sungai dan danau sesuai kemampuan yang ada melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan balai teknis pengelola sumber daya air.

“Yang bisa kita lakukan sekarang adalah normalisasi. Danau dilakukan pengerukan, sungai-sungai yang mengarah ke danau juga kita normalisasi,” katanya.

Namun, Andra menegaskan bahwa sebagian wilayah penanganan berada di kawasan konservasi, sehingga seluruh langkah harus dilakukan melalui koordinasi dan kesepakatan bersama.

“Karena ini wilayah konservasi, tentu kita harus bersama-sama dengan balai. Tidak bisa sepihak,” tegasnya.

Selain normalisasi, penertiban aktivitas yang merusak lingkungan, termasuk tambang ilegal di sekitar daerah aliran sungai, juga menjadi bagian dari strategi pengendalian banjir.

“Salah satu yang terus kita koordinasikan adalah penindakan terhadap tambang-tambang ilegal di sekitar lokasi banjir,” ujarnya.

Ke depan, Pemprov Banten menyiapkan langkah jangka menengah dengan penguatan sarana pendukung, termasuk rencana pengadaan ekskavator amfibi agar normalisasi sungai dapat dilakukan lebih optimal saat musim kemarau.

“Saya berharap nanti kita bisa membeli alat seperti ekskavator amfibi, supaya di musim kering kita bisa pelan-pelan melakukan normalisasi sungai,” kata Andra.

Ia menutup dengan menegaskan pentingnya konsistensi dan sinergi antarlembaga agar dampak banjir dapat ditekan secara signifikan.

“Ini harus kita tangani bersama. Kalau tidak kita mulai sekarang dan tidak kita koordinasikan dengan baik, dampaknya ke depan akan jauh lebih besar,” tandasnya. (*)

Tags: Gubernur Banten Andra Soni
ShareTweetSend

Berita Terkait

PEMERINTAHAN

Gubernur Tegaskan Randis Dilarang Dipakai untuk Mudik

Maret 7, 2026
KONI Banten Diminta Tingkatkan Prestasi Nasional dan Internasional
OLAHRAGA

KONI Banten Diminta Tingkatkan Prestasi Nasional dan Internasional

Februari 3, 2026
Gubernur Andra: Kepala Daerah Harus Siap Dicaci Dimaki
PEMERINTAHAN

Gubernur Andra: Kepala Daerah Harus Siap Dicaci Dimaki

Januari 29, 2026
Banten Jadi Provinsi Terbaik Penanganan TBC
KESEHATAN

Banten Jadi Provinsi Terbaik Penanganan TBC

Desember 28, 2025
Andra Soni Larang Petasan Buat Tahun Baruan
PEMERINTAHAN

Andra Soni Larang Petasan Buat Tahun Baruan

Desember 26, 2025
Gubernur Optimistis Realisasi Investasi Jadi Motor Pemerataan Ekonomi Banten
EKONOMI

Gubernur Optimistis Realisasi Investasi Jadi Motor Pemerataan Ekonomi Banten

Desember 18, 2025
Next Post
Inara Silmi, Bocah SD Asal Cilegon yang Jadi Langganan Juara Tari Tingkat Jabodetabek

Inara Silmi, Bocah SD Asal Cilegon yang Jadi Langganan Juara Tari Tingkat Jabodetabek

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh