CILEGON, BANPOS – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cilegon bergerak cepat menangani banjir yang merendam wilayah Sambirata dan sekitarnya di Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber.
Banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 1,5 meter itu terjadi pada Minggu, 11 Januari 2026, akibat jebolnya tanggul di kawasan Perumahan Praja Mandiri dengan lebar bukaan diperkirakan mencapai 10 hingga 15 meter.
Kepala Dinas PUPR Kota Cilegon, Dendi Rudiatna, memimpin langsung langkah-langkah penanganan darurat di lapangan. Ia menjelaskan, struktur tanggul tidak mampu menahan tekanan debit air yang tinggi sehingga air meluap ke permukiman warga.
“Debit airnya terlalu tinggi, sehingga tanggul menjadi jebol,” ujar Dendi, Rabu (14/1).
Sebagai penanganan jangka pendek, pihaknya akan memasang bronjong batu yang diikat kawat sebagai tanggul darurat untuk menahan laju air.
“Saat ini kami sedang mencari jalur masuk material, salah satunya melalui area perumahan. Nantinya bronjong akan dipasang menggunakan alat berat agar air tidak kembali masuk ke Sambirata,” terangnya.
Untuk penanganan jangka panjang, Dinas PUPR merencanakan pembangunan kolam retensi yang dilengkapi pintu air. Rencana tersebut akan diawali dengan pembebasan lahan seluas sekitar 5.000 hingga 6.000 meter persegi di sekitar aliran sungai.
“Kolam retensi ini penting untuk mengurangi tekanan arus air dan mencegah jebolnya tanggul kembali di masa mendatang,” ucapnya.
Dendi menegaskan, penanganan banjir bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, melainkan membutuhkan keterlibatan semua pihak.
“Semua harus bergerak. Penanganan banjir ini bukan hanya tugas satu dinas, tetapi tanggung jawab bersama,” tutupnya. (*)











Discussion about this post