CILEGON, BANPOS – Bisnis pelayanan jasa pandu dan tunda kapal tugboat yang dijalankan PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PT PCM) terus menunjukkan performa yang positif dari tahun ke tahun.
Pada Tahun 2025, PT PCM mengestimasi bukukan dividen sebesar Rp20 miliar.
Direktur Utama PT PCM, Muhammad Willy, mengatakan bahwa kinerja keuangan yang positif itu seiring dengan peningkatan jumlah gerakan kapal.
Gerakan kapal dengan jumlah kurang lebih 13 ribu gerakan pada tahun 2025 naik 6 persen dibanding Tahun 2024.
Dengan pelayanan pandu tunda itu, pendapatan PCM juga meningkat.
Peningkatan performa keuangan itu juga menunjukkan pembagian dividen kepada Pemkot Cilegon juga meningkat.
Untuk Tahun 2025, PCM akan membagikan dividen kepada Pemkot Cilegon selaku pemegang saham sebesar Rp20 miliar.
“Peningkatan lumayan signifikan. Untuk Tahun Buku 2025, kita menganggarkan (dividen) Rp20 miliar. Itu nanti yang akan dibayarkan di tahun ini, di 2026,” ujar Willy, Kamis (8/1).
Willy bilang, pembagian dividen kepada Pemkot selama 4 sampai 5 tahun terakhir terus mengalami peningkatan.
“Empat sampai lima tahun terakhir, (kenaikan) signifikan dari dividen (Tahun 2021) Rp6 miliar, sekarang sudah Rp20 miliar. Naik 400 persen. Untuk Tahun Buku 2024, yang dibayar Tahun 2025 itu Rp16 miliar. Tahun 2023 Rp18 miliar, Tahun 2022 Rp8 miliar. Itu naik terus,” ungkap Willy.
Lebih lanjut, Willy menyatakan, penyumbang pendapatan terbesar PT PCM berasal dari pelayanan kapal-kapal internasional.
Meski jumlah kapal domestik yang dilayani lebih besar dibanding kapal asing.
Untuk tahun ini, kata Willy, PCM menargetkan peningkatan pendapatan sebesar 8 persen.
Target itu naik diyakini karena terdapat prospek konsumen baru PCM. Yakni dengan sudah mulai beroperasinya Pabrik PT Lotte Chemical.
Menurut Willy, beroperasinya pabrik Lotte sangat mempengaruhi bisnis PCM.
Penjajakan kerja sama bisnis antara PCM dengan Lotte, juga berkat peran besar Walikota Cilegon.
“Lotte sangat signifikan. Pertama kita harapkan dari sisi customer kita, Lotte itu memiliki kapasitas produksi yang sudah penuh mulai awal tahun. Karena di 2025 belum di awal tahun, di akhir tahun. Jadi kita targetkan di 2026 ini, full capacity, full year,” paparnya.
“Kita juga sudah komunikasi, Bapak Walikota juga turut serta berdiskusi dengan Lotte. Di sini ada peran Pak Wali untuk meningkatkan kinerja PCM,” sambungnya.
Willy menyatakan saat ini posisi PCM sudah dikenal luas secara nasional.
Ia pun mengharapkan di masa depan nanti, PCM dapat memiliki bisnis tambahan di luar layanan jasa pandu tunda tugboat.
Apakah itu kegiatan bisnis shipping, agency, logistik dan bisnis-bisnis lainnya.
“Suatu hari saya punya cita-cita, suatu hari ada namanya PCM Shipping Indonesia, PCM Logistic Indonesia. Kenapa ada nama Indonesia, karena skalanya sudah nasional. PCM Singapure Private Limited bergerak dibidang maritim, PCM Malaysia Private Limited, jadi bukan tidak mungkin, sangat mungkin,” ucapnya.
“Skalanya setidaknya nasional dan regional asia. Kenapa tidak, bisa saja. Kita punya kompetensi yang bagus, SDM yang profesional,” paparnya.
Willy menyatakan, deviden yang diraih di 2025 merupakan pencapaian kinerja keuangan perusahaan yang luar biasa.
Itu diraih berkat dukungan semua pihak.
“Untuk deviden Rp 20 miliar, menurut saya, belum pernah PCM memberikan seperti ini. Alhamdulillah, ini berkat dukungan dan doa semua pihak, baik karyawan, stakeholder dan masyarakat,” terangnya.
“Tim kita juga sudah profesional, kita selalu tekankan agar tetap bekerja keras secara profesional. Dan kita (direksi) sebagai strategi korporasi, melakukan market development, market penetration, jadi itu semua sudah kita lakukan,” tandasnya. (*)



Discussion about this post