LEBAK, BANPOS – Alun-alun Rangkasbitung resmi kembali dibuka untuk publik setelah menjalani proses renovasi. Fasilitas ruang terbuka hijau kebanggaan warga Lebak itu diresmikan langsung oleh Bupati Lebak Hasbi Jayabaya, Senin (5/1), dengan disaksikan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lebak.
Berdasarkan informasi dari laman situs Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Kabupaten Lebak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melaksanakan tender proyek penataan Alun-alun Kecamatan Rangkasbitung dengan nilai harga perkiraan sendiri (HPS) sebesar Rp5 miliar.
Namun, pelaksanaan tender proyek tersebut sempat dinyatakan gagal karena adanya beberapa kendala. Akan tetapi proses tender proyek penataan itu kembali dilaksanakan pada Agustus 2025.
Setelah menempuh proses yang panjang, Multi Jaya Dikasa pada akhirnya keluar sebagai pemenang tender dengan nilai penawaran sebesar Rp4,9 miliar. Multi Jaya Dikasa diketahui menjadi satu-satunya dari 10 peserta yang mengajukan penawaran dalam proses tender proyek tersebut.
Setelah sekian lama pelaksanaan renovasi itu dilaksanakan, Pemkab Lebak pada akhirnya meresmikan ruang terbuka hijau kebanggaan masyarakat Kabupaten Lebak itu. Usai diresmikan, Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya, menyoroti sejumlah hal dari hasil pelaksanaan proyek tersebut.
“Ada beberapa seperti belum rapihnya jalan di sekitar lapangan voli itu satu. Yang kedua, juga butuhnya CCTV untuk pengawasan, yang ketiga juga harus ada sound system untuk memberikan pengumuman-pengumuman dari pemerintah daerahnya,” ujarnya.
Selain itu ketiadaan fasilitas toilet pun turut menjadi fokus perhatiannya juga. “Memang WC ini menjadi perhatian kami akan dikerjakan tahun ini oleh Dinas PUPR Kabupaten Lebak,” imbuhnya.
Hasbi menyampaikan, Pemkab Lebak telah merencanakan akan melakukan renovasi tahap kedua di tahun 2026 dengan alokasi anggaran mencapai Rp1 miliar.
Renovasi tahap kedua itu meliputi penataan pedestrian dan tempat pusat jajan serba ada (Pujasera) di sekitar kawasan Alun-alun Rangkasbitung.
“Itu masuk ke dalam peningkatan kapasitas. Kalau anggaran saya selalu terbuka Rp1 miliar itu saya selalu transparan,” ucapnya.
Hasbi menegaskan, renovasi alun-alun ini merupakan bukti komitmen Pemkab Lebak dalam menata wajah ibukota Kabupaten Lebak meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
Menurutnya, penataan ini penting dilakukan guna memberikan ruang terbuka yang nyaman bagi masyarakat serta meningkatkan interaksi sosial antar sesama. “Sehingga sebagai sarana warga bersosial, kehidupan berbangsa, dan bernegara hidup,” katanya.
Sebagai ikon ibukota Kabupaten Lebak, Hasbi mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga Alun-alun Rangkasbitung agar tetap terawat, sehingga bisa dinikmati dengan nyaman.
“Ayo jaga bersama karena ini milik bersama. Nah, makanya perlu yang kita sebut sense of belonging, rasa memiliki,” pungkasnya. (*)











Discussion about this post