SERANG, BANPOS – Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten periode 2025–2030, Andra Soni dan A. Dimyati Natakusumah, mendapat pesan tegas dari salah seorang pendiri Provinsi Banten.
Pesan tersebut disampaikan Udin Saparudin, perwakilan Badan Koordinasi (Bakor) Pejuang Pendiri Provinsi Banten. Ia menegaskan agar Andra-Dimyati membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh lapisan masyarakat untuk menyampaikan kritik dan saran dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Menurut Udin, kepemimpinan di Banten harus bersifat inklusif dan tidak menutup diri dari masukan akademisi, tokoh masyarakat, maupun elemen publik lainnya. Ia juga mengingatkan agar pemerintah daerah tidak mengabaikan peran tokoh-tokoh pendiri Provinsi Banten.
“Jangan menganggap sepele tokoh publik. Pemerintah harus membuka ruang diskusi bagi akademisi dan tokoh masyarakat untuk menyatukan gagasan yang belum tuntas. Dengan kebersamaan, aspirasi masyarakat akan tertangkap lebih baik dan dapat menghindari pertengkaran yang tidak produktif,” ujar Udin, Selasa (30/12).
Selain itu, Udin juga menyoroti pentingnya profesionalisme dalam pengisian jabatan struktural di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten. Ia menekankan agar Andra-Dimyati bersikap selektif dalam menempatkan pejabat pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan jabatan strategis lainnya.
“Manajemen birokrasi dan penempatan posisi strategis, mulai dari kepala dinas, kepala bidang, hingga biro, harus mencerminkan profesionalisme, bukan berdasarkan like and dislike,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar pengisian jabatan tidak didasarkan pada titipan kekuasaan, rekomendasi politik, maupun kepentingan tim sukses yang belum memiliki kapasitas dan pengalaman memadai.
“Pemerintah harus memberikan ruang kepada aparatur yang telah lama mengabdi dan memiliki kompetensi yang objektif,” tandasnya. (*)







Discussion about this post