CILEGON, BANPOS – Walikota Cilegon, Robinsar, menginstruksikan Dinas Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Kecamatan Ciwandan untuk membongkar puluhan bangunan liar (bangli) yang dinilai menjadi salah satu penyebab banjir di Jalan Lingkar Selatan (JLS), Senin (29/12).
Pembongkaran dilakukan terhadap bangli yang berada di JLS, tepatnya di wilayah Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan. Bangunan-bangunan tersebut berdiri di atas trotoar dan saluran drainase sehingga menyumbat aliran air dan menyebabkan genangan cukup tinggi saat hujan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, hujan yang mengguyur wilayah Ciwandan sejak Minggu (28/12) malam hingga Senin pagi menyebabkan sejumlah ruas jalan tergenang air. Di beberapa titik, genangan bahkan hampir mencapai lutut orang dewasa.
Genangan air, termasuk di JLS, mengakibatkan sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat mogok serta menghambat aktivitas warga yang hendak berangkat kerja.
Mendapat laporan tersebut, Robinsar langsung meninjau lokasi genangan air di Kecamatan Ciwandan, salah satunya di JLS, Kelurahan Kepuh. Di lokasi itu, Robinsar menemukan sebanyak 32 bangunan liar yang berdiri di atas trotoar dan saluran air.
Dia pun langsung menginstruksikan Satpol PP Kota Cilegon untuk melakukan pembongkaran bangunan-bangunan tersebut.
“Kita sudah bersurat kurang lebih 10 hari terakhir. Ini bentuk tahapan-tahapan. Hari ini memang sudah mulai kita bongkar karena bangli di sini mengganggu jalur air, menutup drainase, sehingga sedimen tidak bisa diangkat. Ini langkah kami untuk meminimalisir banjir,” kata Robinsar di sela-sela peninjauan.
Menurut Robinsar, seluruh bangunan yang dibongkar tidak memiliki izin. Oleh karena itu, Pemkot Cilegon mengambil tindakan tegas terhadap bangunan yang berdiri di atas trotoar dan saluran air.
“Pokoknya semua yang mengganggu jalur aliran air akan kita bongkar,” tegasnya.
Langkah tersebut dilakukan agar penanganan genangan air di sejumlah ruas jalan, khususnya di JLS, dapat segera dituntaskan dan tidak kembali terjadi saat hujan.
“Kita ambil langkah-langkah supaya di wilayah Lingkar Selatan, khususnya Ciwandan, tidak ada lagi genangan air,” ujarnya.
Selain pembongkaran, Walikota juga menginstruksikan Camat Ciwandan untuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum guna memperketat pengawasan agar ke depan tidak ada lagi bangunan liar yang berdiri di lokasi tersebut.
Sementara itu, Camat Ciwandan, Agus Ariadi menyebutkan, terdapat beberapa titik rawan genangan air, di antaranya di jalan menuju Anyar, tepatnya di depan Pelindo, Indorama, dan Chandra Asri.
Ia menjelaskan, genangan air di JLS kerap terjadi akibat penyempitan saluran air serta keberadaan bangunan liar yang menghambat aliran drainase.
“Perlu kesadaran dan kebersamaan dalam upaya mengantisipasi banjir. Ke depan, kami akan melakukan pengawasan secara simultan,” tandas Agus. (*)










Discussion about this post