SERANG, BANPOS – Kanker leher rahim (kanker serviks) merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia, namun dapat dicegah dan dideteksi sejak dini.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti mengimbau, agar masyarakat khususnya perempuan, untuk waspada dan melakukan pencegahan terhadap penyakit ini.
“Kanker leher rahim adalah kanker yang tumbuh pada bagian leher rahim, yaitu bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina,” kata Ati, Rabu (24/12).
Menurut Ati, 99,7 persen kanker leher rahim disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV), terutama tipe berisiko tinggi seperti HPV 16 dan 18. Faktor risiko lainnya antara lain hubungan seksual di usia muda, berganti-ganti pasangan seksual, merokok, sistem imun lemah, dan tidak mendapatkan vaksin HPV.
“Kanker leher rahim sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, namun pada stadium lanjut dapat muncul gejala seperti haid tidak teratur, perdarahan di luar siklus haid, keputihan berbau, dan nyeri panggul,” jelas Kadinkes.
Untuk mencegah kanker leher rahim, Dinkes Banten mengimbau perempuan untuk melakukan vaksinasi HPV, pemeriksaan skrining rutin, perilaku seksual sehat, menghindari rokok, dan menjaga kebersihan organ reproduksi.
“Deteksi dini sangat penting karena kanker leher rahim dapat disembuhkan bila ditemukan sejak awal,” ungkapnya.
Pemeriksaan yang dianjurkan adalah IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat), Pap smear, Tes HPV DNA, dan HPV DNA Co-Testing IVA.
Pemerintah Provinsi Banten telah melakukan upaya pencegahan dan pengendalian kanker leher rahim melalui kegiatan vaksinasi, skrining, dan tatalaksana. Berdasarkan data Dashboard Sehat IndonesiaKu, sebanyak 95.576 orang perempuan di Provinsi Banten telah divaksinasi HPV sebelum usia 15 tahun, dan 42.030 orang perempuan telah melakukan pemeriksaan HPV DNA Co-Testing IVA.
“Kanker leher rahim adalah penyakit yang dapat dicegah. Dengan mengenali faktor risiko dan melakukan deteksi dini, kita dapat melindungi diri dan keluarga,” tegasnya. (ADV)







Discussion about this post