TANGERANG, BANPOS – Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Sahat M. Panggabean memastikan pengawasan dan pelayanan karantina diperketat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Terminal 3, menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Hal tersebut disampaikan Kepala Barantin saat meninjau Posko Nataru Terintegrasi, area All Indonesia Kedatangan Internasional, serta jalur merah pemeriksaan karantina dan X-ray Bea Cukai. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, dan koordinasi lintas instansi dalam menghadapi peningkatan lalu lintas orang dan barang selama musim libur akhir tahun.
“Periode Natal dan Tahun Baru selalu diikuti dengan lonjakan mobilitas penumpang dan komoditas. Karantina harus hadir sebagai garda terdepan perlindungan keamanan hayati nasional, dengan pengawasan yang ketat namun tetap mendukung kelancaran arus penumpang dan logistik,” ujar Sahat M. Panggabean, Selasa (23/12).
Bandara Internasional Soekarno-Hatta memiliki peran strategis sebagai simpul utama perlintasan internasional, sehingga pengawasan karantina dilaksanakan secara terintegrasi, profesional, dan berbasis risiko, dengan mengedepankan sinergi antarinstansi terkait.
“Kami memastikan setiap komoditas dan barang bawaan penumpang yang masuk ke Indonesia telah melalui prosedur karantina sesuai ketentuan. Langkah ini penting untuk mencegah masuknya ancaman biologis yang dapat merugikan sektor pertanian, perikanan, dan lingkungan hidup,” tegasnya.
Selain penguatan pengawasan selama Nataru, kinerja Karantina Banten sepanjang Januari–November 2025 mencerminkan tingginya intensitas layanan karantina di wilayah tersebut. Selama periode itu, tercatat 12.272 sertifikat impor dan 61.603 sertifikat ekspor telah diterbitkan. Sementara layanan Dokumen Masuk (Domas) mencapai 29.693 dokumen dan Dokumen Keluar (Dokel) sebanyak 126.202 dokumen.
Secara keseluruhan, total layanan sertifikasi dan dokumentasi Karantina Banten hingga November 2025 mencapai 229.770 layanan, yang menegaskan peran strategis karantina dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan keamanan hayati dan kelancaran perdagangan internasional, khususnya melalui wilayah Banten.
Menutup kunjungan kerjanya, Kepala Badan Karantina Indonesia Sahat M. Panggabean menegaskan komitmen Barantin untuk terus menghadirkan pengawasan karantina yang sigap, tegas, dan profesional di seluruh pintu pemasukan negara, terutama pada periode rawan seperti Nataru.
“Kami ingin masyarakat merasa aman, sementara arus mobilitas dan perdagangan tetap berjalan lancar, tanpa mengorbankan perlindungan sumber daya hayati nasional,” tandasnya.(*)



Discussion about this post