LEBAK, BANPOS — Jumlah produksi daging baik sapi, kerbau, maupun ayam ras belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Lebak.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat konsumsi daging di Kabupaten Lebak per kapita masih di bawah 1 kg per minggu.
Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lebak, Rieyan Dermawan, menjelaskan, hal itu disebabkan karena jumlah kepemilikan ternak di Kabupaten Lebak masih rendah.
“Rata-rata kepemilikan ternak ini di kita untuk sapi saja ada di angka rata-rata 2–5 ekor per tahun.
Itu pun untuk kepentingan biasanya dipanen di Idul Adha,” terangnya.
Rieyan menyampaikan, secara populasi jumlah hewan ternak seperti sapi di Kabupaten Lebak mencapai 1.944 ekor.
Kemudian untuk kerbau jumlahnya sebanyak 5.669 ekor.
Lalu Kambing jumlahnya sebanyak 42.148 ekor; domba sebanyak 59.294 ekor.
Sementara untuk hewan ternak jenis ayam ras pedaging jumlahnya sebanyak 34.847.820 ekor; kemudian ayam petelur jumlahnya sebanyak 1.248.030 ekor.
“Untuk itik petelur 1.108.074 ekor. Itu populasi sampai dengan tahun kemarin ya karena tahun tahun ini belum,” ujarnya.
Rieyan menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak telah melakukan berbagai upaya untuk bisa meningkatkan jumlah produksi daging di Kabupaten Lebak.
Salah satunya dengan melakukan inseminasi buatan terhadap hewan ternak di masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, kata Rieyan, Pemkab Lebak melakukan inseminasi buatan terhadap 196 ekor sapi dan kerbau di Kabupaten Lebak.
“Kita kawin suntik atau melaksanakan IB sebanyak 196 ekor di Kabupaten Lebak ini terdiri dari untuk kerbau dan sapi,” ucapnya.
Meski tingkat produksi daging di Kabupaten Lebak dirasa masih kurang, namun Rieyan memastikan jumlah persediaannya masih mampu mencukupi kebutuhan di Kabupaten Lebak hingga 3 bulan ke depan.
“Stok ini bisa bertahan sampai 2 atau 3 bulan ke depan. Sudah aman lah gitu,” ujarnya memastikan.
Berdasarkan data terakhir pada November 2025, Rieyan merinci, jumlah persediaan daging sapi di Kabupaten Lebak tercatat ada sebanyak 306.602 kg.
Kemudian untuk daging kerbau jumlahnya sebanyak 336.671 kg.
Sementara daging ayam ras jumlah persediaannya ada sebanyak 3.397.662 kg. Sedangkan untuk jumlah persediaan telur ayam ras ada sebanyak 1.118.744 kg. (*)







Discussion about this post