CILEGON, BANPOS – Mobilitas kaum urban yang hendak meninggalkan Pulau Jawa menuju Sumatera mencatat lonjakan tajam menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, skema penanganan kepadatan lalu lintas di Pelabuhan Merak kini menjadi sorotan utama pemerintah pusat.
Tidak ingin “mimpi buruk” kemacetan berulang, strategi penyangga (buffer zone) dan sistem penundaan perjalanan (delaying system) kini diterapkan secara ketat dan terpantau digital.
Keseriusan pemerintah dalam memastikan kelancaran arus mudik akhir tahun ini terlihat dari kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), ke Pelabuhan Merak, Sabtu (20/12).
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan inspeksi mendalam terhadap infrastruktur vital yang menjadi nadi penghubung Jawa-Sumatera.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama pemangku kepentingan terkait telah mengaktifkan titik-titik penyangga di Rest Area KM 43 dan KM 68.
Lokasi ini bukan sekadar tempat istirahat, namun difungsikan sebagai filter utama atau screening tiket sebelum kendaraan diizinkan masuk ke area pelabuhan.
Tujuannya jelas yaitu mencegah penumpukan kendaraan yang tidak terkendali di bibir dermaga yang kerap memicu kemacetan hingga ke jalan arteri.
Dalam tinjauannya, Menko AHY menilai langkah taktis yang diambil oleh ASDP dan otoritas pelabuhan sudah sangat responsif terhadap dinamika lapangan.
“Saya mengapresiasi penerapan manajemen arus dan sistem delaying yang dipersiapkan secara matang. Langkah ini menjadi elemen krusial untuk menjaga kelancaran, keteraturan, dan keselamatan layanan penyeberangan, terutama pada periode puncak seperti Nataru,” ujar AHY di sela-sela kunjungannya.
Pernyataan Menko AHY tersebut didukung oleh data lapangan yang menunjukkan pergerakan masif masyarakat.
Berdasarkan data Posko Merak yang mencakup Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara, lonjakan volume kendaraan dan penumpang sudah terasa sejak H-6 atau Jumat (19/12).
Tercatat, total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 37.715 orang. Angka ini naik signifikan sebesar 16,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Yang paling mencolok adalah peningkatan pengguna kendaraan roda dua yang kerap didominasi oleh anak muda dan pekerja perantau.
Tercatat ada 928 unit motor yang menyeberang, melonjak drastis hingga 59,5 persen. Sementara itu, kendaraan roda empat pribadi naik 11,6 persen menjadi 3.883 unit, dan truk logistik naik 24,5 persen menjadi 4.625 unit.
Secara total, ada 9.858 unit kendaraan yang meninggalkan Jawa dalam satu hari, atau meningkat 21,1 persen dibanding tahun sebelumnya.
Untuk mengelola lonjakan yang begitu tinggi, ASDP tidak hanya mengandalkan rekayasa lalu lintas fisik, tetapi juga integrasi teknologi melalui Port Operation Control Center (POCC).
Pusat kendali ini memungkinkan pengelola pelabuhan mengambil keputusan berbasis data real-time, mulai dari percepatan bongkar muat kapal hingga penambahan armada jika terjadi antrean ekstrem.
Direktur SDM dan Layanan Korporasi ASDP, Capt. Rudi Sunarko, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektoral menjadi kunci keberhasilan operasi ini.
Pihaknya menjamin bahwa seluruh sumber daya, baik manusia maupun armada, dalam kondisi prima untuk melayani masyarakat.
“Kami memastikan seluruh aspek operasional berjalan optimal, mulai dari pengaturan jadwal dan kapasitas kapal, peningkatan fasilitas layanan pelabuhan, kesiapan sumber daya manusia, hingga penyediaan tugboat sebagai bagian dari contingency plan. Selain itu, pemantauan kesesuaian data tiket dan manifest terus kami lakukan untuk menjamin kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jasa,” jelas Rudi.
Penting bagi calon penumpang untuk memastikan tiket sudah dipesan jauh hari melalui aplikasi resmi Ferizy. Sesuai prosedur di buffer zone, petugas akan memeriksa kesesuaian data tiket dan manifest.
Ketidaksesuaian data atau belum dimilikinya tiket saat tiba di zona penyangga akan menghambat perjalanan dan berpotensi diputarbalikkan, sebuah situasi yang tentu ingin dihindari oleh setiap pelancong.
Sementara itu, arus balik atau kedatangan dari arah Sumatera ke Jawa juga mulai menunjukkan geliat.
Dari Pelabuhan Bakauheni dan pelabuhan perbantuan lainnya, tercatat pada H-6 ada 31.199 orang yang menyeberang ke Jawa (naik 2,2 persen) dengan total 8.131 unit kendaraan (naik 9,4 persen).
Angka ini diprediksi akan terus bertambah seiring mendekatnya malam pergantian tahun.
Kunjungan Menko AHY yang didampingi oleh jajaran tinggi ASDP serta pejabat Kementerian Perhubungan ini memberikan sinyal kuat bahwa negara hadir untuk memastikan liburan Nataru 2025/2026 berjalan aman.
Dengan optimalisasi 47 kapal yang beroperasi di Merak dan sistem delaying yang lebih disiplin, diharapkan kepadatan dapat terurai dengan baik, sehingga masyarakat dapat menikmati momen liburan tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam di jalanan. (*)



Discussion about this post