CILEGON, BANPOS – Kota Cilegon kembali mengukuhkan posisinya sebagai titik vital dalam peta sejarah pers nasional, khususnya di ranah digital.
Tidak hanya sekadar seremoni pergantian kepemimpinan, pelantikan kepengurusan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Cilegon periode 2025–2028 yang digelar pada Sabtu (20/12), menjadi penanda dimulainya hitung mundur menuju perhelatan akbar Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan dipusatkan di Provinsi Banten.
Dalam agenda pelantikan yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda dan tokoh pers tersebut, terungkap sebuah rencana strategis yang akan menempatkan Cilegon sebagai ikon jurnalisme digital di Tanah Air.
Kota yang dikenal sebagai Kota Baja ini bersiap menjadi tuan rumah bagi peresmian ‘Monumen Siber’, sebuah simbol fisik pertama di Indonesia yang mendedikasikan diri pada evolusi media siber.
Ketua SMSI Provinsi Banten, Lesman Bangun, menyoroti bahwa pemilihan Cilegon sebagai lokasi monumen dan pelantikan ini bukanlah kebetulan. Ada benang merah sejarah yang kuat yang tidak boleh dilupakan oleh insan pers.
Cilegon adalah “rahim” tempat lahirnya organisasi perusahaan media siber terbesar di Indonesia ini pada 17 Maret 2017 silam.
“Ini sejarah bagi Kota Cilegon. SMSI lahir di Cilegon, karena itu kami mengundang Forkopimda Kota Cilegon. Ini kota yang melahirkan SMSI,” tegas Lesman dalam sambutannya di hadapan para tamu undangan.
Estafet kepemimpinan di tingkat kota kini resmi berpindah.
Setelah sebelumnya dinakhodai oleh Badia Sinaga dan dilanjutkan oleh Hasidi, kini tongkat komando SMSI Cilegon dipegang oleh Wawan Kurniadi.
Di bahu kepengurusan baru ini, terdapat beban moral sekaligus tantangan profesionalisme di tengah gempuran arus informasi digital yang semakin masif.
Lesman menekankan pentingnya sinergitas tanpa menggadaikan independensi.
“Jaga marwah SMSI, jaga kemitraan dengan pemerintah daerah dan Forkopimda se-Kota Cilegon,” kata Lesman memberikan mandat.
Fokus utama yang menarik perhatian publik dan komunitas pers nasional adalah agenda besar di tahun 2026.
Provinsi Banten akan menjadi tuan rumah HPN 2026, dan Cilegon mendapatkan kehormatan khusus dengan adanya program pembangunan Monumen Siber.
Keberadaan monumen ini diharapkan menjadi landmark edukasi dan pengingat akan tanggung jawab dunia maya.
Lesman merinci tanggal penting yang harus dicatat oleh seluruh pemangku kepentingan pers.
“Monumen Siber akan diresmikan pada 7 Februari 2026 di Kota Cilegon. Terima kasih kepada Walikota Cilegon yang telah mendukung pembangunan monumen ini,” ungkapnya.
Dukungan lintas sektor menjadi kunci keberhasilan rencana ini. Lesman turut memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian, TNI, kejaksaan, serta pelaku industri dan perbankan yang selama ini telah membangun ekosistem kondusif bersama media.
Merespons tantangan besar tersebut, Ketua SMSI Kota Cilegon yang baru dilantik, Wawan Kurniadi, menyatakan kesiapannya.
Ia memandang Monumen Siber bukan sekadar bangunan fisik, melainkan manifestasi dari integritas jurnalisme.
Di era algoritma dan kecepatan, Wawan mengingatkan bahwa akurasi dan etika tetap menjadi panglima.
Menurut Wawan, monumen yang dijadwalkan rampung menjelang puncak HPN tersebut akan menjadi penegas bahwa media siber memiliki tanggung jawab moral yang berat kepada publik.
Ia mengibaratkan kekuatan media lokal yang tergabung dalam SMSI seperti koloni semut.
Meski terlihat kecil secara individu, namun memiliki dampak yang luar biasa ketika bergerak bersama.
“Setiap media anggota SMSI memiliki keputusan dan kedaulatan perusahaannya sendiri. Namun ketika bersatu, kita punya kekuatan besar untuk menjaga marwah pers,” terangnya.
Pemerintah Kota Cilegon, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), menyambut baik visi kepengurusan baru ini.
Kepala Diskominfo Cilegon, Agus Zulkarnaen, menekankan bahwa di tengah tsunami informasi, masyarakat membutuhkan panduan yang jelas.
Media siber yang profesional adalah mitra pemerintah dalam mencerdaskan bangsa dan menjadi filter utama dalam menangkal penyebaran berita bohong atau hoaks yang kerap meresahkan masyarakat usia produktif hingga lansia.
“Media harus menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. Insan pers adalah mitra strategis pembangunan dan komunikasi publik yang edukatif serta akuntabel,” ujarnya.
Agus berharap, di bawah kepemimpinan Wawan Kurniadi, SMSI Cilegon mampu menjadi wadah pemersatu yang tidak hanya fokus pada bisnis media, tetapi juga pada kesehatan iklim demokrasi di daerah.
“Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan pers yang sehat diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan Kota Cilegon menuju kota modern yang informatif,” tandasnya. (*)



Discussion about this post