CILEGON, BANPOS –
Ketua DPW PKS Banten sekaligus Wakil Bupati Serang, Najib Hamas meminta aparat kepolisian untuk segera mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan anak yang terjadi di Perumahan BBS 3, Kota Cilegon.
Najib menegaskan pentingnya percepatan proses penyelidikan agar kasus tersebut segera tuntas dan memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban serta masyarakat. “Untuk kejadian ini dari sisi penyelidikan dan pengentasan untuk pelaku kami mengharapkan untuk pihak kepolisian untuk secepat-cepatnya menemukan pelakunya,” tegas Najib.
Ia juga menekankan agar pelaku mendapatkan sanksi hukum sesuai ketentuan yang berlaku agar peristiwa serupa tidak terulang kembali. “Dan tentunya mendapatkan hukuman sesuai ketentuan perundang-undangan,”imbuhnya.
Menurut Najib, penuntasan kasus ini menjadi bagian penting dari pelayanan hukum yang presisi dan berkeadilan, sekaligus menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial siapa pun. “Karena apa, kalau kejadian ini bisa segera tuntas secara hukum maka menjadi pelayanan yang presisi yang artinya pelayanan bahwa ketentraman dan ketertiban masyarakat ini harus kita junjung tinggi tanpa memandang status sosial,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Najib juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang dinilai telah bergerak cepat sejak hari pertama kejadian untuk melakukan penyelidikan dan mencari pelaku. “Saya mengucapkan terima kasih kepada unsur kepolisian yang sudah bekerja, di hari pertama melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku pembunuhan,” tutur Najib.
Diketahui, orang tua korban bernama Maman Suherman merupakan Dewan Pakar dari Partai Keadilan Sejahtera Kota Cilegon. Sosoknya dikenal sebagai pengusaha yang memiliki kepedulian sosial tinggi di lingkungan masyarakat. “Kalau pak H. Maman Suherman ini adalah orang baik, pengusaha dan punya jiwa sosial yang tinggi itu terbukti dengan banyak pemuda di Kota Cilegon yang direkrut jadi karyawannya di proyek – proyek,” katanya.
Najib juga menggambarkan betapa beratnya duka yang dialami keluarga korban, terutama sang ayah, yang pertama kali mengetahui kondisi anaknya melalui panggilan video dari kakak korban. “Orang tua nya pasti sangat terpukul, ketika di video call oleh kakak dari korban dan menunjukkan korban sudah bersimbah darah itu luar biasa lah kita bisa membayangkan perasaan seorang ayah seperti apa,” ucapnya. (*)











Discussion about this post