SERANG, BANPOS – Satgas Pangan Polda Banten memperketat pengawasan harga bahan pokok menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Langkah ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan stok pangan serta menjaga daya beli masyarakat di seluruh wilayah Banten.
Sehubungan dengan itu, petugas menyisir sejumlah pasar rakyat sejak Senin (15/12) hingga Jumat (20/12) mendatang. Sebagai contoh, tim gabungan telah memeriksa Pasar Baros dan Pasar Ciruas guna memantau pergerakan harga komoditas utama. Selain itu, Gubernur Banten bersama jajaran Forkopimda turut mendampingi pengecekan langsung ke gudang penggilingan beras.
Dirreskrimsus Polda Banten, Kombes Pol Yudhis Wibisana, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan bentuk tindakan preventif kepolisian. Beliau menegaskan bahwa Polri bersinergi dengan pemerintah daerah demi menjaga kelancaran jalur distribusi pangan.
“Ditreskrimsus Polda Banten bersama instansi terkait turun langsung ke pasar rakyat dan jalur distribusi untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil serta stok aman menjelang Natal dan Tahun Baru,” ujar Yudhis Wibisana, Rabu (17/12).
Harga Beras Masih Di Bawah HET
Berdasarkan hasil pantauan, harga beras saat ini terpantau masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Faktor pendukungnya adalah masa panen petani yang berhasil menjaga kecukupan pasokan hingga akhir tahun ini. Sementara itu, komoditas lain seperti cabai rawit merah justru mengalami penurunan harga yang cukup signifikan.
Namun, petugas menemukan fakta lapangan terkait adanya kenaikan harga pada minyak goreng kemasan merek MINYAKITA. Saat ini, pedagang menjual produk tersebut seharga Rp19.000 per liter kepada para konsumen. Kondisi tersebut terjadi karena harga beli dari pihak produsen sudah mencapai angka Rp16.700 per liter.
“Temuan ini akan kami tindak lanjuti dengan berkoordinasi bersama instansi terkait untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran HET maupun praktik distribusi yang merugikan masyarakat,” tegasnya.
Selanjutnya, Satgas Pangan juga memeriksa stok di penggilingan PD Karya Muda untuk mengantisipasi potensi kelangkaan. Yudhis menambahkan bahwa pihaknya kini memperkuat koordinasi lintas sektor dengan Bank Indonesia serta Bulog. Sebagai solusinya, pemerintah daerah berencana menggelar pasar murah guna membantu meringankan beban ekonomi warga.
“Pengawasan akan dilakukan secara berkelanjutan selama periode HBKN. Kami mengimbau para pelaku usaha agar tidak memanfaatkan momentum hari besar keagamaan dengan menaikkan harga secara tidak wajar,” tandasnya. (*)




Discussion about this post