LEBAK, BANPOS — Pendapatan dari pengelolaan jalan tol Serang–Panimbang disebut masih jauh dari target yang diharapkan. Di tahun ini, pendapatan atas pengelolaan jalan penghubung lintas selatan tersebut diproyeksikan hanya mencapai di bawah 50 persen.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Manajer Bidang Pengembangan Sistem dan Usaha PT Wijaya Karya (WIKA), Muhammad Albagir.
“Kalau kita bandingkan dengan business plan atau rencana awal yang memang masih di bawah 50 persen atau sekitar 47 persen,” ucapnya.
Albagir tak memungkiri, rendahnya capaian target pendapatan itu turut mempengaruhi pelaksanaan operasional pemeliharaan jalan tol Serang-Panimbang.
Namun, meski begitu, ia memastikan jalan tol tersebut masih bisa memberikan kontribusi laba terhadap kas negara.
“Jadi pendapatan dan biaya operasional kita masih mendapat keuntungan walaupun tidak besar,” katanya.
Albagir menjelaskan, rendahnya capaian pendapatan itu disebabkan karena arus lalu lintas di jalan tol Serang-Panimbang yang masih landai. Kemudian hal itu juga turut dipengaruhi oleh kondisi perkembangan di wilayah tujuan.
“Traffic jalan tol itu sangat terpengaruh sekali dengan pengembangan wilayah daerah. Jadi ketika daerah berkembang tentunya sangat berpengaruh kepada traffic.
Oleh sebab itu pemerintah saat ini tengah berupaya membuka jalan bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Lebak dan Pandeglang supaya percepatan pembangunan dapat terlaksana.
Kemudian dengan berkembangnya dua wilayah tersebut diharapkan dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke sana.
Sehingga dengan begitu laju pertumbuhan arus lalu lintas di jalan tol Serang-Panimbang dapat meningkat, yang pada akhirnya turut berdampak terhadap peningkatan capaian pendapatan atas pengelolaan jalan tol tersebut.
Namun, ia memahami, dibutuhkan waktu yang cukup panjang untuk bisa merealisasikan harapan tersebut.
“Kami juga memahami bahwa memang jalan tol ini butuh waktu yang cukup panjang untuk bisa memenuhi traffic seperti yang direncanakan,” pungkasnya. (*)







Discussion about this post