SERANG, BANPOS β Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten menetapkan sejumlah wilayah rawan bencana sebagai zona merah, khususnya daerah yang terdampak aktivitas tambang ilegal di Banten bagian selatan.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, mengatakan wilayah Citorek telah masuk dalam kategori zona merah berdasarkan peta rawan bencana BPBD.
βDi peta rawan bencana kami, daerah Citorek sudah masuk kategori zona merah,β kata Lutfi di Kota Serang, Selasa.
Menurutnya, wilayah Lebak dan Pandeglang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana tanah longsor dan banjir. Kondisi geografis berupa perbukitan dan pegunungan, ditambah aktivitas tambang bawah tanah yang tidak terkontrol, menjadi faktor utama pemicu bencana.
βPenambangan dilakukan di bawah tanah sehingga tanah menjadi kopong. Ketika hujan dengan intensitas tinggi, sangat memungkinkan terjadi longsor,β ujarnya.
Lutfi menegaskan, penutupan tambang ilegal merupakan bagian dari langkah Pemerintah Provinsi Banten untuk menekan risiko bencana di wilayah rawan.
βItu bagian dari treatment pemerintah untuk meminimalisir potensi bencana di wilayah-wilayah tersebut,β katanya.
Selain potensi longsor, BPBD juga mewaspadai ancaman banjir yang diperkirakan terjadi di wilayah Tangerang Raya, Kota Serang, dan sekitarnya seiring meningkatnya curah hujan.
Saat ini, BPBD Provinsi Banten telah menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi mulai 15 Desember hingga awal Maret. Penetapan tersebut merujuk pada rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan Banten telah memasuki musim hujan.
βKita di Banten sudah masuk ke dalam zona siaga bencana hidrometeorologi,β ujar Lutfi.
Ia menambahkan, status siaga juga telah ditetapkan di Kabupaten Pandeglang dan Kota Tangerang, sehingga secara regulasi Provinsi Banten perlu mengambil langkah serupa.
Dengan status tersebut, BPBD bersama TNI, Polri, PMI, Dinas Sosial, serta Dinas Perumahan dan Permukiman diminta meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor guna mempercepat respons apabila terjadi bencana.(*)











Discussion about this post