LEBAK BANPOS – Berwisata ke pantai pada umumnya menghantarkan pengunjung dengan kebiasaan memilih berenang dan bermain di tepi pantai. Namun suguhan menarik berbeda akan ditemukan jika berkunjung kepantai Pulomanuk, Kecamatan Bayah, Lebak selatan (Baksel).
Pulomanuk memang berbeda, di situ pengunjung bisa menikmati keindahan panorama hutan hujan tropis. Dengan panorama bermain di pantai, atau duduk-duduk sambil ditemani monyet liar yang bersahabat di hutan pantai.
Sekedar informasi, pantai Pulomanuk yang keberadaannya di area blok Perhutani dan terletak di antara dua Desa Darmasari dan Sawarna, sekitar 10 kilometer dari pusat pemerintahan Kecamatan Bayah. Memiliki luas sekitar lima hektare, itu menyuguhkan pengunjung bisa menikmati dan bermain pasir pantai dengan puas tanpa di batasi waktu.
Pantai di ujung Banten selatan itu pun tidak akan menolak kedatangan pengunjung yang berkantong pas-pasan. Betapa tidak, tiket masuk ke pantai yang di kelola oleh Perum Perhutani Banten tersebut terbilang sangat murah. Para pengunjung hanya perlu merogoh Rp5.000 untuk sepuasnya bermain di hamparan pasir putih nan bersih itu.
“Pantai Pulomanuk ini cukup rindang dan sejuk karena banyak dinaungi pohon hutan yang besar-besar dan tinggi, pengunjung bisa memilih tempat bersantai di setiap tempat yang ada atau jalan-jalan berkeliling di area ini. Kalau di luar hari libur bisa masuk ke pantai ini gratis,” ujar Agus warga setempat belum lama ini.
Ya, di area hutan tersebut gerombolan monyet liar banyak ditemui. Satwa liar tersebut dari jenis ekor panjang, biasanya akan turun dari atas pohon besar untuk memungut makanan yang dilempar para pengunjung. Bahkan, monyet yang memiliki nama latin macaca fascicularis ini sering nekat mencuri makanan para pengunjung yang ogah memberi makanan. Namun kawanan primata ini tidak galak lho.
Monyet-monyet tersebut tidak hanya berkeliaran di sekitar pantai dan warung-warung milik warga, tetapi keberadaan mereka bermain hingga sepanjang ruas jalan dan bertengger di jembatan muara Pulomanuk. Uniknya, saat para pengunjung turun dari kendaraan untuk melihat, puluhan monyet ini seolah menyambut kedatangan tamu, mereka berdiri berjejer sepanjang jalan.
Sementara data dari Resor Pemangku Hutan (KRPH) Bayah Selatan menyebut, jumlah monyet yang berada di kawasan hutan lindung Perhutani Bayah jumlahnya diperkirakan mencapai lebih dari 300 ekor, binatang primata itu kebanyakan berjenis macaca fascicularis.
“Jenis monyet di sini rata-rata jenis ekor panjang atau macaca fascicularis, ” tutur pegawai kehutanan setempat.
Selain monyet ekor panjang, di kawasan konservasi dengan luas sekitar lima hektare itu terdapat pula sejenis lutung atau monyet ekor panjang berwarna berjenis hitam.
Memang, di dalam hutan belantara kawasan ini juga terdapat berbagai aneka satwa seperti monyet jenis kukang dan aneka burung dan kalong. Namun, belakangan ini
keberadaan mereka mulai terusik oleh para pemburu liar yang memburu monyet-monyet itu untuk dijual.
Diketahui, pantai yang masuk dalam kawasan hutan lindung wilayah kerja Perum Perhutani Bayah ini memang memiliki banyak keistimewaan di banding pantai lain yang ada di Baksel.
Destinasi keindahan pantai Pulomanuk itu memiliki ciri khas sebuah karang besar yang berdiri kokoh di tengah laut. Itu merupakan salah satu destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan selain Pantai Sawarna. Adapun untuk nama Pulomanuk sendiri, memiliki arti Pulau Burung, karena memang terdapat karang besar membentuk pulau.
Itulah pulau kecil satu-satunya aset kabupaten Lebak yang kerap disinggahi ribuan jenis burung dari berbagai daerah, karena pada musim tertentu sering terjadi migrasi burung besar-besaran. Sehingga tak ayal oleh warga setempat berjuluk Pulomanuk.
Pun tak jauh dari bibir pantai, terdapat muara sungai Cisawarna yang dikelilingi oleh pepohonan besar yang cukup rindang. Kendati kini kawasan di Bayah tersebut sudah diwarnai pola industri, karena telah berdiri pabrik semen terbesar se-Asia Tenggara, namun keindahan pantai ini tetap terjaga.
Tokoh Masyarakat Bayah, Sutisna kepada penulis mengatakan, di area Pulomanuk itu juga biasa dijadikan tempat nelayan menambat perahu. Selain itu Pulomanuk adalah kawasan pulau karang kecil yang kerap timbul tenggelam, dan dihuni berbagai burung.
“Nama pantai Pulomanuk ini mungkin karena pantai ini berada di teras hutan lindung yang banyak di huni aneka jenis burung. Mungkin berdasar pada keberadaan itu nama Pulomanuk berarti pulau yang dihuni banyak burung, sehingga menjadi namanya sampai sekarang,” terang, Sutisna.(*)

Discussion about this post