CILEGON, BANPOS — Fenomena perselingkuhan di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menjadi sorotan serius. Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, mengungkapkan indikasi maraknya kasus perselingkuhan yang melibatkan pegawai negeri, khususnya di level pegawai bawah.
Pernyataan tersebut disampaikan Fajar saat menghadiri peringatan Hari Ibu tingkat Kota Cilegon di Aula Setda Cilegon, Selasa (16/12). Ia mengaku temuan tersebut diperoleh dari berbagai keluhan dan curahan hati yang diterimanya selama sekitar 10 bulan menjabat.
“Curhat selama 10 bulan, kalau pejabat tinggi belum ada, kebanyakan di bawah,” kata Fajar kepada awak media.
Fajar menegaskan, meski persoalan perselingkuhan masuk dalam ranah keluarga, ASN tetap terikat pada nilai moral dan kode etik sebagai pelayan publik. Menurutnya, integritas dan perilaku pribadi ASN turut mencerminkan wajah birokrasi.
“Saya mohon maaf tidak bisa banyak membantu terkait kasus perselingkuhan di PNS. Itu memang urusan keluarga, tapi sebagai PNS punya nilai moral yang harus dijaga,” ujarnya.
Ia menyebutkan, penanganan kasus indisipliner akibat masalah rumah tangga ASN dilakukan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cilegon. Namun, proses pembinaan dan mediasi kerap menemui kendala.
“Upaya pembinaan ada oleh Kepala BKPSDM. Ada mediasi, cuma kadang suaminya datang, istrinya tidak mau. Itu yang kadang membingungkan,” jelasnya.
Dalam momentum Hari Ibu, Fajar juga mengingatkan ASN, khususnya laki-laki, untuk menghargai peran dan pengorbanan istri dalam keluarga. Ia berharap konflik rumah tangga diselesaikan secara dewasa tanpa melibatkan pihak ketiga.
“Kalau ada permasalahan, segera selesaikan. Jangan justru mencari jalan yang memperkeruh keadaan,” tutupnya.(*)












Discussion about this post