JAKARTA, BANPOS – Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,08 persen ke level Rp16.675 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (11/12/2025). Posisi ini membaik dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.688 per dolar AS.
Mayoritas mata uang Asia turut bergerak menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang naik 0,21 persen, dolar Singapura menguat 0,06 persen, won Korea Selatan naik 0,23 persen, baht Thailand menguat 0,30 persen, dan peso Filipina meningkat 0,13 persen.
Indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama melemah 0,07 persen ke level 98,22. Sementara itu, rupiah terhadap poundsterling Inggris tercatat menguat 0,05 persen ke Rp 22.317, sedangkan terhadap dolar Australia melemah tipis 0,03 persen ke Rp 11.120.
Analis pasar keuangan Lukman Leong menjelaskan bahwa penguatan rupiah dipengaruhi pelemahan dolar AS setelah The Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps).
“Meski prospek pemangkasan suku bunga pada 2026 menurun menjadi hanya satu kali, investor berharap kondisi bisa berubah seiring pergantian kepala The Fed tahun depan dengan figur pilihan Donald Trump,” ujarnya.
Lukman memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp 16.600–Rp 16.700 per dolar AS sepanjang hari ini. (*)

Discussion about this post