SERANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendorong seluruh sekolah memperkuat pencegahan kekerasan dan penanganan stunting guna mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan sehat bagi siswa.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Banten, Jamaluddin, mengatakan sekolah harus menjadi ruang aman bagi peserta didik, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga kesehatan fisik dan mental.
“Kekerasan, baik fisik, verbal, maupun psikologis, tidak dapat ditoleransi,” kata Jamaluddin, Kamis (4/12/2025).
Ia menegaskan, stunting menjadi persoalan serius karena berdampak pada perkembangan otak dan kemampuan belajar anak. Menurutnya, pemenuhan gizi seimbang, kebersihan lingkungan, serta akses layanan kesehatan perlu dipastikan di lingkungan sekolah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang SMA Disdikbud Banten, Adang Abdurrahman, menyatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi pencegahan kekerasan dan stunting melalui program Gerakan Sekolah Sehat tingkat Provinsi Banten.
“Kami ingin siswa mampu mengenali potensi kekerasan dan menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah stunting,” ujarnya.
Sosialisasi tersebut digelar di SMA Negeri 2 Kota Serang dengan menghadirkan narasumber dari Pusat Kajian Perlindungan Anak Universitas Indonesia (Puskapa UI) dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Banten. Kegiatan itu juga menekankan peran satuan pendidikan dalam pengawasan dan penguatan layanan konseling.
Adang menegaskan sekolah harus menjamin keamanan siswa dan mendukung tumbuh kembang mereka melalui lingkungan belajar yang inklusif dan sehat.(*)



Discussion about this post