Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

DLH: Lahan Hutan Kritis di Banten Sekitar 200 Ribu Hektare

by Tim Redaksi
Desember 5, 2025
in NASIONAL
DLH: Lahan Hutan Kritis di Banten Sekitar 200 Ribu Hektare

Dinas Lingkungan dan Kehutanan (DLH) Banten mengemukakan bahwa llahan hutan kritis di wilayah provinsi itu mencapai 200 ribu hektare yang terbesar di Kabupaten Lebak dan Pandeglang, sehingga pemerintah daerah setiap tahun melakukan reboisasi dan penghijauan dengan gerakan penanaman.

LEBAK, BANPOS – Dinas Lingkungan dan Kehutanan (DLH) Banten mengemukakan bahwa llahan hutan kritis di wilayah provinsi itu mencapai 200 ribu hektare yang terbesar di Kabupaten Lebak dan Pandeglang, sehingga pemerintah daerah setiap tahun melakukan reboisasi dan penghijauan dengan gerakan penanaman.

“Kita berharap gerakan penanaman dan melestarikan pemulihan kembali lahan hutan kritis itu,” kata Kepala DLH Banten Wawan Gunawan saat ditemui saat penutupan lubang pertambangan emas tanpa izin ( PETI) di kawasan hutan konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) di Lebak, Jumat.

Baca Juga

Indikator Keberhasilan GPM Jaga Stabilitas Harga Dipertanyakan

Maret 5, 2026
Dua Kali Dicuekin Gubernur dan Ketua DPRD Banten, Forum Guru Kecewa

Dua Kali Dicuekin Gubernur dan Ketua DPRD Banten, Forum Guru Kecewa

Februari 28, 2026
Di-tes Urine, Polda Banten Bebas Narkoba

Di-tes Urine, Polda Banten Bebas Narkoba

Februari 23, 2026
Pengobatan Gratis PDI Perjuangan Hadir untuk Warga Walantaka dan Curug

Pengobatan Gratis PDI Perjuangan Hadir untuk Warga Walantaka dan Curug

Februari 8, 2026

Kerusakan lahan hutan kritis di Banten seluas 200 ribu hektare tersebut terdiri atas kritis dan sangat kritis, di antaranya ada yang berada di kawasan hutan konservasi, juga ada di luar hutan produktif.

Pemerintah daerah hingga kini terus melakukan gerakan penanaman aneka pohon di lahan-lahan hutan kritis. Bahkan, gerakan penanaman itu ditargetkan sebanyak 1.000 pohon per tahun dengan tanaman keras, seperti mahoni, sukun, trembesi, puspa, albasia, bambu, dan lainnya. Selain itu, juga penanaman pohon di tepi kiri dan kanan aliran sungai agar tidak menimbulkan longsoran.

“Kami hingga kini terus melakukan penghijauan dengan gerakan penanaman pohon itu,” katanya.

Menurut dia, kerusakan hutan tersebut disebabkan berbagai faktor, antara lain adanya penebangan liar, eksploitasi pertambangan ilegal, termasuk PETI di kawasan hutan konservasi. Selain itu, juga beralih fungsinya lahan menjadi pemukiman, perkebunan, dan pertanian.

Oleh karena itu, pemerintah daerah berkolaborasi dengan instansi terkait untuk melakukan penertiban dan penindakan kawasan hutan agar tidak menimbulkan kerusakan. Sebab, kerusakan hutan akan mengancam ekologis lingkungan, juga tatanan kehidupan sosial, ekonomi masyarakat.

Bahkan, lebih parah, kerusakan hutan tersebut menimbulkan bencana alam, seperti apa yang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh.

Dengan demikian, pihaknya mendukung kolaborasi yang melibatkan 10 lembaga kementerian melalui Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH) untuk melaksanakan perintah Presiden Prabowo Subianto.

“Kita sangat mendukung Satgas PKH guna pelestarian dan penghijauan hutan agar tidak kembali dirambah dan dirusak oleh pelaku kejahatan kehutanan,” katanya.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan gerakan penanaman di lahan kritis guna pelestarian lingkungan alam agar tidak menimbulkan bencana.

Pihaknya bersama BNPB belum lama ini melakukan penanaman tanaman vegetasi sebanyak 14.500 bibit pohon peneduh, berakar kuat, dan produktif, seperti sukun, mahoni, mangga, alpukat, sengon, trembesi, nangka, jambu, jabon, dan durian.

Penanaman dilakukan di daerah aliran sungai (DAS) Cisimeut sebagai sub-sungai DAS Ciujung yang memiliki tingkat kerawanan tinggi bencana banjir. (*)

Source: ANTARA
Tags: BantenDinas Lingkungan dan KehutananLahan Hutan Kritis di Banten Sekitar 200 Ribu Hektare
ShareTweetSend

Berita Terkait

PEMERINTAHAN

Indikator Keberhasilan GPM Jaga Stabilitas Harga Dipertanyakan

Maret 5, 2026
Dua Kali Dicuekin Gubernur dan Ketua DPRD Banten, Forum Guru Kecewa
PEMERINTAHAN

Dua Kali Dicuekin Gubernur dan Ketua DPRD Banten, Forum Guru Kecewa

Februari 28, 2026
Di-tes Urine, Polda Banten Bebas Narkoba
HUKRIM

Di-tes Urine, Polda Banten Bebas Narkoba

Februari 23, 2026
Pengobatan Gratis PDI Perjuangan Hadir untuk Warga Walantaka dan Curug
POLITIK

Pengobatan Gratis PDI Perjuangan Hadir untuk Warga Walantaka dan Curug

Februari 8, 2026
Asik, WP Taat Bayar Pajak Kini Langsung Diganjar Hadiah
PEMERINTAHAN

Asik, WP Taat Bayar Pajak Kini Langsung Diganjar Hadiah

Februari 6, 2026
Gubernur Andra: Kepala Daerah Harus Siap Dicaci Dimaki
PEMERINTAHAN

Gubernur Andra: Kepala Daerah Harus Siap Dicaci Dimaki

Januari 29, 2026
Next Post
Menteri Brian Libatkan 39 Perguruan Tinggi, Atasi Dampak Bencana Sumatera

Menteri Brian Libatkan 39 Perguruan Tinggi, Atasi Dampak Bencana Sumatera

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh