Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

KP3B, Ruang Publik yang Mulai Dilirik Wisatawan Lokal

by Ipay
Desember 4, 2025
in All-Bantani, PARIWISATA
KP3B, Ruang Publik yang Mulai Dilirik Wisatawan Lokal

Gerbang utama KP3B. (Istimewa)

SERANG, BANPOS – Di tengah hiruk‐pikuk aktivitas perkantoran, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) perlahan menjelma menjadi ruang publik yang hidup. Setiap akhir pekan, ratusan warga dari Serang hingga luar daerah datang sekadar untuk menikmati udara segar, jogging, atau berfoto di antara gedung‐gedung megah yang berdiri tegak di pusat pemerintahan provinsi ini. Meski bukan kawasan wisata resmi, magnet KP3B sebagai ruang rekreasi keluarga kian terasa dari hari ke hari.

 

Baca Juga

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026

Gelontorkan Rp75 Miliar, dari PNS sampai PPPK Paruh Waktu Pemprov Banten Kebagian THR

Maret 5, 2026

Indikator Keberhasilan GPM Jaga Stabilitas Harga Dipertanyakan

Maret 5, 2026

Bupati Serang Ajak Orang Tua Batasi Penggunaan Gawai bagi Anak-anak

Maret 5, 2026

Suasana itu terlihat pada Minggu pagi. Di Taman Badak, yang berlokasi tidak jauh dari gerbang utama KP3B, beberapa keluarga tampak piknik sederhana, sementara anak‐anak berlarian di area taman. Di sisi lain, komunitas lari memanfaatkan jalan lebar yang mengelilingi kawasan untuk latihan rutin. Deretan gedung modern—dari kantor dinas hingga gedung gubernur—menjadi latar foto favorit para pengunjung muda.

“Tempatnya nyaman, bersih, dan aman. Kalau pagi atau sore, udaranya enak sekali buat jalan‐jalan,” ujar Rizal (32), warga Kota Serang yang hampir tiap pekan mengajak istri dan anaknya menghabiskan waktu di KP3B. Ia mengaku kawasan ini menawarkan alternatif rekreasi murah di tengah minimnya taman kota yang luas di wilayah sekitar.

“Anak saya senang main sepeda di sini, jalannya kan lebar dan nggak terlalu ramai kendaraan kalau weekend,” tambahnya.

Daya tarik KP3B bukan hanya nuansa ruang terbukanya. Masjid Raya Al‐Bantani yang berdiri megah di tengah kawasan sering menjadi tujuan wisata religi. Arsitekturnya yang kokoh dan modern membuat masjid ini banyak dikunjungi jemaah luar kota, terutama saat libur panjang.

Salah satu pengunjung, Siti Maryam (41), warga Pandeglang, sengaja datang bersama suami dan dua putrinya untuk berwisata ringan. “Biasanya kalau ke Serang kami langsung ke mal. Tapi kali ini anak-anak minta ke KP3B. Ternyata bagus juga buat keluarga. Bisa foto-foto, main di taman, terus salat di masjidnya yang besar itu,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah semakin menata kawasan ini, terutama menyediakan ruang bermain anak dan area kuliner yang terpusat. “Kalau ada taman tematik atau food court resmi, yang buka diakhir pekan, pasti lebih ramai lagi. Potensinya besar banget,” katanya.

Memang, potensi KP3B sebagai ruang wisata perkotaan cukup besar. Selain memiliki ruang terbuka hijau, kawasan ini juga kerap menjadi lokasi penyelenggaraan acara publik seperti festival UMKM, lari massal, hingga kegiatan komunitas. Infrastruktur yang tertata rapi dan area parkir yang luas turut mendukung kenyamanan pengunjung.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Kebersihan, keamanan, serta pembatasan jam operasional masih menjadi perhatian pemerintah agar keseimbangan antara fungsi pemerintahan dan aktivitas publik tetap terjaga. Kawasan ini ditutup pada malam hari untuk mencegah aktivitas yang tidak tertib.

Namun bagi banyak warga, kehadiran KP3B sebagai ruang rekreasi menjadi angin segar. “Nggak harus jauh-jauh untuk refreshing. Di sini bisa olahraga, foto-foto, atau sekadar duduk santai lihat anak main. Yang penting nyaman,” kata Rizal.

Di balik gedung-gedung pemerintahan yang menjulang, KP3B kini tumbuh sebagai ruang hidup masyarakat—sebuah kawasan yang membuktikan bahwa pusat pemerintahan tak selalu kaku, melainkan bisa menjadi ruang bersama di mana keluarga, komunitas, dan warga dari berbagai daerah menemukan tempat untuk bernafas lega. (*) 

Tags: BantenKP3BPemprov BantenSerang
ShareTweetSend

Berita Terkait

PEMERINTAHAN

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026
PEMERINTAHAN

Gelontorkan Rp75 Miliar, dari PNS sampai PPPK Paruh Waktu Pemprov Banten Kebagian THR

Maret 5, 2026
PEMERINTAHAN

Indikator Keberhasilan GPM Jaga Stabilitas Harga Dipertanyakan

Maret 5, 2026
PENDIDIKAN

Bupati Serang Ajak Orang Tua Batasi Penggunaan Gawai bagi Anak-anak

Maret 5, 2026
PEMERINTAHAN

Pemprov Tidak Anggarkan THR untuk PPPK Paruh Waktu

Maret 4, 2026
Dua Kali Dicuekin Gubernur dan Ketua DPRD Banten, Forum Guru Kecewa
PEMERINTAHAN

Dua Kali Dicuekin Gubernur dan Ketua DPRD Banten, Forum Guru Kecewa

Februari 28, 2026
Next Post
Pemprov Banten Dukung  Penertiban Tmbang Ilegal

Pemprov Banten Dukung Penertiban Tmbang Ilegal

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh