CILEGON, BANPOS – Plt Sekda Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, tancap gas usai mendapatkan penugasan sebagai pengganti sementara panglima ASN di Kota Cilegon.
Aziz menyampaikan bahwa dirinya memasang target agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon tahun 2026 bebas dari bayang-bayang defisit.
Pernyataan tegas ini disampaikan Aziz di tengah sorotan publik mengenai stabilitas keuangan daerah.
Langkah berani ini dinilai sebagai upaya strategis untuk memastikan roda pemerintahan di kota industri tersebut berjalan stabil dan akuntabel.
Saat dikonfirmasi mengenai fokus kerjanya usai penunjukan tersebut, Aziz menegaskan komitmennya untuk menyehatkan postur anggaran daerah pada tahun mendatang.
“Kami akan berusaha di tahun 2026 tidak ada defisit. Semua menjadi lancar, bisa diselesaikan,” ujarnya kepada awak media, Rabu (3/12).
Penyataan ini memberikan angin segar bagi masyarakat Cilegon, mengingat isu defisit anggaran kerap menjadi tantangan dalam optimalisasi pelayanan publik.
Sebagai Plt Sekda, Aziz menyadari bahwa dirinya memegang peran kunci sebagai ‘dirigen’ bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Cilegon untuk mengamankan kebijakan kepala daerah.
Tanggung jawab ini semakin berat mengingat tahun anggaran 2025 sudah di depan mata dan memerlukan pengawalan ketat di sisa waktu yang ada.
Aziz menjelaskan bahwa prioritas jangka pendeknya adalah memastikan transisi anggaran berjalan mulus.
Ia berkomitmen penuh membantu Wali Kota dalam mengeksekusi program-program yang telah dicanangkan, terutama dalam masa krusial akhir tahun ini.
“Membantu pak wali dalam rangka melaksanakan apa yang sudah dijadikan program walkot khususnya untuk menyelesaikan dalam waktu dekat ini untuk anggaran 2025 yang satu bulan lagi akhir,” jelasnya.
Lebih jauh, tantangan birokrasi modern menuntut adanya kolaborasi lintas sektor yang solid. Menyadari hal tersebut, Aziz berjanji akan memperkuat konsolidasi dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Langkah ini diambil untuk memastikan visi dan misi pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon, Robinsar-Fajar, dapat terimplementasi dengan baik hingga ke tingkat teknis.
Sinergi antar-instansi menjadi kunci agar janji politik yang telah disampaikan kepada masyarakat tidak hanya berhenti di atas kertas, melainkan terealisasi dalam bentuk program nyata.
“Kita akan sinergikan, akan bangun kerjasama apa yang menjadi tugas pokok di masing masing opd bisa diselesaikan dan bisa menjalankan program program prioritas janji pak wali dan wakil,” tuturnya dengan optimis.
Keyakinan Aziz dalam menargetkan nol defisit dan mengorkestrasi birokrasi Cilegon bukanlah tanpa dasar.
Ia memiliki bekal pengalaman panjang sebagai birokrat ulung. Rekam jejaknya mencatat pengabdian selama lebih dari tiga dekade sebagai ASN.
Kariernya dimulai pada tahun 1994 di Kabupaten Serang sebelum akhirnya hijrah ke Kota Cilegon pada tahun 2000.
Di kota baja ini, ia menempa diri di berbagai sektor vital, mulai dari urusan teknis infrastruktur di Dinas Pekerjaan Umum (2000–2005), hingga pengawasan internal di Bawasda (sekarang Inspektorat).
Fleksibilitas kepemimpinan Aziz teruji saat ia berpindah-pindah memimpin OPD dengan karakteristik yang berbeda.
Ia pernah berkecimpung dalam perencanaan pembangunan di Bappeda hingga tahun 2011, kemudian dipercaya mengurusi tata ruang kota sebagai Sekretaris, Plt, hingga Kepala Dinas Tata Kota pada periode 2011-2013.
Bahkan saat nomenklatur berubah menjadi Perkim pada 2017, ia tetap menjadi andalan hingga 2019.
Tak berhenti di situ, adaptabilitasnya terhadap tantangan zaman terlihat saat ia memimpin Dinas Kominfo (2019–2021) di era transformasi digital, sebelum akhirnya masuk ke lingkaran strategis sebagai Staf Ahli Walikota pada 2021.
Pengalamannya semakin paripurna dengan menjabat sebagai Plt Kadis Lingkungan Hidup (LH), Plt Asisten Daerah (Asda) I, hingga Asda II.
Kombinasi pengalaman di sektor teknis, perencanaan, hingga pemerintahan umum inilah yang membuatnya percaya diri mampu mengemban amanah sebagai Plt Sekda.
Aziz menegaskan bahwa pola koordinasi yang selama ini ia bangun saat menjabat Asda akan diteruskan dan ditingkatkan untuk menjamin efektivitas pemerintahan.
“Selama ini sebelumnya diberi amanah menjadi asda II dan sebelumnya plt asda I. Jadi pengalaman itu kami sering melakukan koordinasi- koordinasi untuk menyelesaikan tugasnya. Apa yang menjadi tugas pokok diselesaikan,” tandasnya. (*)



Discussion about this post