SERANG, BANPOS – Ketua Himpunan Mahasiswa Serang (Hamas), Irham, menyampaikan duka cita mendalam atas bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera beberapa waktu lalu. Menurutnya, musibah tersebut masih menyisakan duka bagi seluruh negeri.
“Turut berduka atas musibah saudara kita di Sumatra Barat, atas bencana banjir dan longsor sehingga banyak saudara kita yang meninggal, mengalami luka-luka, dan kerugian material yang tak terhingga,” kata Irham, Rabu (3/12).
Irham menilai tragedi ini harus menjadi evaluasi besar bagi negara. Kerusakan alam, penebangan pohon, dan hilangnya keseimbangan lingkungan, katanya, memperparah risiko bencana. “Ini menjadi catatan penting untuk pemerintah Indonesia. Harus ada pembelajaran atas keserakahan yang merusak alam,” tegasnya.
Selain menyoroti persoalan lingkungan, Irham juga mengkritik sikap Gubernur Banten, Andra Soni, yang hingga kini belum menunjukkan kepedulian atau menyampaikan ucapan belasungkawa atas bencana di Sumatera tersebut.
“Ketika pejabat dari luar Banten sudah menyampaikan belasungkawa, kami dari Himpunan Mahasiswa Serang belum melihat dan mendengar hal serupa dari orang nomor satu di Provinsi Banten. Padahal secara historis, Gubernur Banten lahir di tanah Sumatra. Tapi beliau justru terkesan cuek dan tidak peduli,” ujarnya.
BANPOS kemudian menelusuri akun media sosial resmi @andrasoni12, @abdi_banten1, serta @pemprov_banten. Hingga berita ini diturunkan, tidak ditemukan satu pun unggahan ucapan belasungkawa dari Gubernur Banten terkait bencana di Sumatera.
Sebagai informasi, berdasarkan website resmi BNPB pukul 15.05 WIB, Rabu (3/12) tertulis jumlah korban meninggal 807 jiwa, kemudian orang hilang sebanyak 647 jiwa, dan korban terluka sebanyak 2.600 jiwa. “Rekapitulasi korban jiwa yang sudah dihimpun, diidentifikasi dan divalidasi oleh posko terpadu memang ini ada koreksi yang kita lakukan dari data yang sudah masuk di dashboard secara online,” kata Kapusdatinkom Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers, Rabu (3/12) sore. (*)



Discussion about this post