CILEGON, BANPOS – Pemerintah Kota Cilegon memastikan kenaikan honor marbot masjid, pemandi jenazah, pegawai madrasah, serta RT dan RW tetap berjalan pada 2026, meski APBD daerah turun drastis sebesar Rp312 miliar.
Plt Kepala Bappeda Kota Cilegon, Syafrudin, mengatakan penurunan anggaran berasal dari pemangkasan Transfer Keuangan Daerah (TKD) sebesar Rp236 miliar dan turunnya proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak sebesar Rp76 miliar.
“Total penurunan anggaran mencapai Rp312 miliar,” ujarnya, Rabu (3/12).
Untuk menjaga keberlanjutan program kesejahteraan, kenaikan honor dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan fiskal daerah. “Pola kenaikan tetap dijalankan, namun bertahap,” kata Syafrudin.
Di tengah pengetatan anggaran, Pemkot juga melakukan efisiensi belanja penunjang birokrasi tanpa mengurangi layanan dasar seperti kesehatan dan administrasi kependudukan.
Sejumlah proyek prioritas tetap dilanjutkan, termasuk pembebasan lahan Jalan Lingkar Utara (JLU), revitalisasi sekolah, pembangunan taman, stadion mini, serta penguatan fasilitas rumah sakit daerah.(*)

Discussion about this post