SERANG, BANPOS – Warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang mengeluhkan kondisi drainase. Khususnya di sekitar Balai Besar Latihan Kerja Industri (BBLKI) Serang di sepanjang jalan depan kompleks perkantoran tersebut yang tersumbat oleh tumpukan sampah.
Kondisi ini tidak hanya menimbulkan bau tak sedap, tetapi juga memicu kekhawatiran akan terjadinya banjir besar mengingat intensitas hujan yang meningkat belakangan ini.
Tumpukan sampah didominasi oleh sampah rumah tangga, plastik, dan lumpur kering yang memenuhi badan saluran air.
Seorang warga Karundang, Rina (45), mengungkapkan keresahannya. Menurutnya, kondisi ini cukup mengganggu dan perlu adanya penanganan serius. “Sampahnya itu menumpuk banyak sekali, kalau panas baunya minta ampun, apalagi kalau hujan. Kami di sini was-was sekali,” keluh Rina
Rina juga mengatakan jika saluran air mampet begini, sebentar saja hujan deras, khawatir terjadi banjir, apalagi ini di depan BBLKI, harusnya jadi perhatian utama.
Rina menduga, selain karena kebiasaan buruk masyarakat membuang sampah, saluran yang dangkal. Selain itu, kurangnya koordinasi pembersihan rutin menjadi pemicu utama masalah ini.
Direspon Dinas Lingkungan Hidup
Menanggapi keluhan mendesak ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farach Richi, segera memberikan respons cepat. Ia mengakui bahwa permasalahan ini harus segera ditangani untuk mencegah dampak yang lebih besar.
Farach Richi berjanji akan langsung menugaskan tim ke lokasi besok pagi (hari in, red) untuk memulai pembersihan di drainase karundang. Namun, ia juga menekankan bahwa penanganan sampah di saluran air membutuhkan koordinasi lintas sektor.
“Besok pagi saya akan tugaskan rekan-rekan Petugas Kebersihan kami untuk segera melakukan pengangkatan sampah yang menumpuk di lokasi BBLKI,” Ujar Farach.
Namun Farach juga menyampaikan bahwa DLH Kota Serang juga akan koordinasikan masalah ini dengan Bidang Pengairan Dinas PUPR. Karena saluran air dan drainase merupakan kewenangan dari Dinas PUPR.
DLH berharap, sinergi antara DLH (untuk sampah) dan Dinas PUPR (untuk perawatan saluran) dapat mengatasi persoalan ini secara tuntas. Tidak hanya membersihkan sampah hari ini, tetapi juga memastikan fungsi saluran air kembali normal untuk mencegah potensi banjir kedepannya. (*)






Discussion about this post