CILEGON, BANPOS – Isu perlindungan kerja dan jaminan sosial kini menjadi perhatian utama bagi angkatan kerja produktif di Indonesia, terutama di kalangan pekerja kontrak dan tenaga pendukung pemerintah.
Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menunjukkan komitmen serius yang berbuah manis. Pemkot Cilegon sukses mengukuhkan diri sebagai daerah yang ramah pekerja dengan meraih prestasi gemilang pada ajang Penganugerahan Penghargaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau Paritrana Award Tahun Penilaian 2025.
Dalam ajang bergengsi tingkat Provinsi Banten tersebut, Kota Cilegon dinobatkan sebagai Pelopor Program Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Non-ASN untuk kategori Pemerintah Kabupaten/Kota.
Predikat ini menegaskan posisi Cilegon tidak hanya sebagai kota industri, melainkan juga kota yang memprioritaskan kesejahteraan dan keamanan sosial bagi para pegawainya yang berstatus bukan Aparatur Sipil Negara (Non-ASN).
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon dalam seremoni yang berlangsung meriah di Atria Gading Serpong, Tangerang, pada Kamis (27/11) malam.
Penghargaan ini merupakan inisiatif kolaboratif antara Pemerintah Provinsi Banten dan Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banten, yang dirancang untuk mengapresiasi pemerintah daerah serta pelaku industri yang memiliki dedikasi tinggi dalam memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial. Fokus utamanya menyasar pekerja rentan serta pegawai pemerintah non-ASN yang selama ini kerap luput dari jaring pengaman sosial yang memadai.
Keberhasilan meraih Paritrana Award ini menjadi indikator kuat bahwa Pemkot Cilegon telah mengambil langkah proaktif dan inovatif. Strategi yang diterapkan dinilai efektif dalam mendorong tercapainya Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Hal ini sangat krusial bagi kelompok pekerja non-ASN agar mereka memiliki ketenangan dalam bekerja tanpa dibayang-bayangi risiko ekonomi akibat kecelakaan kerja atau hal tak terduga lainnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cilegon, Panca N. Widodo, mengungkapkan rasa syukur mendalam atas apresiasi yang diberikan kepada Pemkot Cilegon. Menurutnya, penghargaan ini merefleksikan keseriusan pemerintah daerah dalam menjamin hak-hak dasar pekerja pelayanan publik.
“Penghargaan ini merupakan bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Cilegon dalam memastikan seluruh tenaga non-ASN mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh pekerja, termasuk pegawai non-ASN yang menjalankan fungsi pelayanan publik, mendapatkan rasa aman dan jaminan apabila terjadi risiko kerja,” ujar Panca, Jum’at (28/11).
Panca menjelaskan bahwa kesuksesan ini bukanlah kerja satu pihak semata. Pencapaian ini merupakan hasil dari sinergi solid seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Cilegon. Kolaborasi tersebut mencakup persiapan regulasi yang matang, pengalokasian anggaran yang tepat, hingga pendataan pekerja non-ASN yang akurat dan komprehensif.
Lebih jauh, Panca menekankan bahwa substansi dari penghargaan ini melampaui sekadar statistik atau angka kepesertaan semata. “Ini bukan hanya soal angka kepesertaan, tetapi tentang kesadaran kolektif bahwa perlindungan ketenagakerjaan adalah hak dasar setiap pekerja. Kami berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh OPD untuk terus meningkatkan kepedulian dan integrasi program jaminan sosial di Kota Cilegon,” lanjutnya.
Kedepannya, Disnaker Kota Cilegon menjadikan momentum ini sebagai titik tolak untuk meningkatkan kualitas perlindungan di berbagai sektor. Tidak hanya berhenti di lingkup pemerintahan, semangat perlindungan ini akan didorong agar merata hingga ke sektor swasta dan pekerja informal yang jumlahnya cukup signifikan di kota baja tersebut.
“Kami akan terus memperluas perlindungan kepada pekerja sektor informal, pekerja rentan, serta mengintensifkan sosialisasi kepada perusahaan-perusahaan di Kota Cilegon agar semakin banyak tenaga kerja yang memperoleh jaminan sosial,” tutup Panca.
Langkah ini memperkuat branding Kota Cilegon sebagai daerah yang mengusung pembangunan ketenagakerjaan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Ekosistem kerja yang aman dinilai akan berdampak positif pada produktivitas daerah secara keseluruhan.
Tak hanya sektor pemerintahan yang unjuk gigi, sektor industri di Cilegon juga turut menyumbangkan prestasi. Sinergi antara pemerintah dan swasta terlihat dari pencapaian PT Chandra Asri Pacific. Perusahaan petrokimia terkemuka ini berhasil menorehkan prestasi dalam kategori Industri Menengah Besar, membuktikan bahwa kepatuhan dan kepedulian terhadap kesejahteraan karyawan adalah prioritas di sektor korporasi Cilegon.
“Kami juga mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Chandra Asri Pacific atas raihan Juara 3 Paritrana Award. Semoga penghargaan ini semakin memperkuat komitmen perusahaan dalam memberikan perlindungan menyeluruh bagi seluruh tenaga kerjanya, serta menjadi inspirasi bagi perusahaan lain di Kota Cilegon,” tutur Panca.
Disnaker Cilegon berharap pencapaian dari sektor industri ini mampu menciptakan efek domino yang positif. Harapannya, akan terbangun budaya kepatuhan dan inovasi di dunia usaha yang selaras dengan visi pembangunan ketenagakerjaan kota.
Menutup keterangannya, pihak Disnaker menegaskan kembali agenda besar mereka ke depan. Fokus utama tetap pada perluasan jaring pengaman sosial, memastikan tidak ada pekerja yang tertinggal, mulai dari pekerja rentan hingga karyawan korporasi besar. “Kami berkomitmen untuk terus membangun kolaborasi yang kuat antara pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan, dan dunia usaha agar seluruh pekerja di Kota Cilegon mendapatkan hak perlindungan yang layak,” tutup Panca.
Prestasi di ajang Paritrana Award 2025 ini menandai langkah maju yang signifikan bagi Kota Cilegon dalam membangun hubungan industrial yang sehat, aman, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi model bagi daerah lain dalam pengelolaan jaminan sosial bagi tenaga kerja Non-ASN. (*)

Discussion about this post