SERANG, BANPOS – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Jamalludin mengatakan, pihaknya tengah berencana untuk melakukan evaluasi terhadap jurusan-jurusan di SMK yang dinilai mulai jenuh dan tidak lagi relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Langkah ini, kata dia, dilakukan untuk meningkatkan serapan lulusan SMK di dunia usaha dan industri.
Ia mengatakan bahwa, langkah evaluasi menjadi bagian dari upaya pembenahan sektor pendidikan vokasi di Banten. Menurutnya, banyak jurusan yang perlu ditinjau ulang agar tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga tenaga kerja siap pakai. “Kalau misalnya ada jurusan-jurusan yang jenuh yang mungkin di dunia usaha dan industri ini tidak bisa diterima, tidak maksimal, maka nanti kita evaluasi,” ujar Jamalludin, Kamis (27/11)..
Jamalludin juga menegaskan bahwa, peningkatan kualitas pendidikan di tingkat SMA/SMK terus menjadi fokus utama, termasuk penguatan kompetensi siswa agar siap terjun ke dunia kerja. Ia menyampaikan, rencana penguatan kerja sama dengan industri melalui skema orang tua asuh. “Kita berharap ke depan itu harus ada yang namanya orang tua asuh dari perusahaan kepada sekolah-sekolah yang ada di Provinsi Banten, sehingga tamatan SMK itu betul-betul sudah siap untuk dunia usaha kerja,” tutur Jamalludin.
Terkait sertifikasi kompetensi bagi siswa sebelum masuk dunia kerja, pihaknya akan menyiapkan kolaborasi dengan sekolah dan berbagai pemangku kepentingan. “Iya nanti kita akan siapkan lah segala hal yang menjadi bagian daripada bagaimana meningkatkan kualitas di SMK yang ada di Provinsi Banten. Insya Allah pelan-pelan, bertahap, tapi sampai,” tandasnya. (*)











Discussion about this post