SERANG, BANPOS – Kapolsek Cikeusal Iptu Hairus Saleh langsung gerak cepat. Ia memimpin kegiatan Pergelaran Cepat Anggota Kepolisian (PECAK). Aksi cepat ini menyusul kebakaran yang melalap habis rumah.
Tragedi ini menimpa rumah milik Arkiman (72 tahun). Rumah korban berada di Kampung Pabuaran Cengkok, Desa Cimaung. Lokasinya masuk wilayah Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang. Peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat (28/11/2025).
Saat tiba di lokasi, Kapolsek langsung melihat kondisi pilu. Rumah semi permanen korban sudah rata dengan tanah. Namun demikian, polisi tetap mengecek seluruh area kebakaran. Mereka memastikan api benar-benar padam tanpa sisa. Tujuannya, agar tidak terjadi potensi kebakaran ulang.
Dalam kesempatan itu, Kapolsek juga fokus membantu evakuasi korban. Arkiman diketahui hidup sebatang kara di rumahnya. Oleh karena itu, polisi segera memindahkan korban ke rumah tetangga terdekat. Langkah ini bertujuan agar korban mendapat tempat aman. Selain itu, korban bisa mendapat perhatian dari warga sekitar.
BANTUAN DAN KOORDINASI PERBAIKAN RUMAH
Selanjutnya, Iptu Hairus Saleh juga memberi bantuan sembako. Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian Polsek Cikeusal. Ini ditujukan kepada warga yang terdampak musibah. Harapannya, bantuan ini meringankan kebutuhan korban sementara.
Menurut Kapolsek, hasil penyelidikan menunjukkan penyebabnya. Kebakaran kuat diduga dipicu obat nyamuk bakar. Obat nyamuk itu menyala saat pemilik rumah tertidur. Faktanya, Arkiman punya kebiasaan menyalakan obat nyamuk. Dia membiarkan nyala hingga pagi hari.
Lebih lanjut, pemilik rumah memiliki keterbatasan penglihatan (tunanetra). Kondisi ini sudah dialami sejak tahun 2007. Alhasil, korban tidak menyadari bara obat nyamuk menyambar. Bara panas itu membakar kasur berbahan kapas. Sebab itu, material kasur mudah terbakar memicu api membesar. Api besar cepat melalap seluruh bangunan rumah.
Kerugian dan Imbauan Hati-hati
Api baru diketahui warga saat asap tebal mengepul. Asap tebal muncul dari rumah milik korban. Melihat itu, warga bergotong royong memadamkan api. Mereka menggunakan alat seadanya di lokasi. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Kapolsek menjelaskan, api berhasil dipadamkan tuntas. Akan tetapi, rumah Arkiman tidak terselamatkan. Seluruh isi rumah ikut hangus terbakar. Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp20 juta.
Sebagai tindak lanjut, Kapolsek mengimbau warga lebih berhati-hati. Hati-hati dalam menggunakan obat nyamuk bakar dan sumber api lain. “Kami mengingatkan masyarakat untuk mematikan semua sumber api sebelum tidur,” tegasnya. Dia menambahkan, “Kebiasaan kecil dapat berdampak besar jika diabaikan.”
Terakhir, Kapolsek berkoordinasi dengan Muspika. Mereka menghubungi Dinas Sosial dan Baznas Serang. Tujuannya agar Arkiman segera mendapat bantuan perbaikan rumah. Upaya ini penting agar korban kembali memiliki tempat tinggal layak.
“Pergelaran cepat ini adalah komitmen kami melayani masyarakat,” ujar Kapolsek. Dia bertekad, “Kami berupaya hadir secepat mungkin dan memberi bantuan.” Pungkasnya. (*)











Discussion about this post