JAKARTA, BANPOS – SETARA Institute menggelar malam apresiasi Anugerah Bisnis dan Hak Asasi Manusia (BHAM) 2025 di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (25/11/2025). Acara yang diselenggarakan bersama Yayasan Taruma Negara itu menganugerahkan penghargaan kepada 13 perusahaan. Terdiri dari delapan perusahaan sektor perkebunan sawit dan lima perusahaan sektor pertambangan.
Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, Ismail Hasani menjelaskan pihaknya telah menyelesaikan riset Responsible Business Conduct (RBC) Benchmark. Tujuannya untuk mengukur sejauh mana penerapan prinsip bisnis dan HAM (UNGPs on Business and Human Rights), ESG, dan keberlanjutan diterapkan perusahaan.
“Untuk pertama kalinya riset dan penghargaan ini difokuskan pada sektor kelapa sawit dan pertambangan, khususnya perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI),” kata Ismail Hasani.
Di kesempatan sama, Direktur Eksekutif SETARA Institute Halili Hasan menyampaikan bahwa Anugerah BHAM berbasis riset. Menjadi bagian dari upaya mendorong praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab.
“Kami menyebutnya Responsible Business Conduct Benchmarking. Kita meneliti bagaimana entitas bisnis menjalankan praktik yang bertanggung jawab,” jelasnya.
Menurut Halili, HAM adalah nilai dasar yang harus menjadi standar pengoperasian bisnis. Ia menegaskan pentingnya perusahaan menyesuaikan diri. Tidak hanya terhadap regulasi nasional, tetapi juga standar internasional.
Halili juga menyinggung kemungkinan ajang ini digelar secara reguler. “Apakah setiap tahun atau dua tahun sekali masih dipertimbangkan. Yang paling pokok, anugerah ini diharapkan dapat mendorong seluruh entitas bisnis di Indonesia untuk lebih progresif menyesuaikan diri dengan standar HAM, nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Sementara itu, Nabhan Aiqani, Peneliti SETARA Institute, menyatakan riset difokuskan pada sektor sawit dan tambang. Sebab, kedua sektor tersebut memiliki kontribusi ekonomi signifikan sekaligus risiko sosial dan lingkungan yang tinggi. Ia menambahkan bahwa riset ini mendorong perbaikan berkelanjutan dan beyond compliance.
“Kami menargetkan 8 perusahaan di sektor sawit dan 18 di sektor tambang. Selain itu ada 21 perusahaan sawit yang sedang dalam proses IPO dan beroperasi strategis di Indonesia namun tercatat di bursa luar negeri,” urainya.
Daftar Penerima Anugerah Bisnis dan HAM 2025
Sektor Perkebunan Kelapa Sawit
1. Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) – Skor 61,6 | Rating B | BHR Early Adopting Company – Sertifikat
2. PT Eagle High Plantations Tbk – Skor 67,6 | Rating B | BHR Early Adopting Company – Sertifikat
3. PT Astra Agro Lestari Tbk – Skor 69 | Rating B | BHR Early Adopting Company – Plakat & Sertifikat
4. PT Dharma Satya Nusantara Tbk – Skor 69 | Rating B | BHR Early Adopting Company – Plakat & Sertifikat
5. Wilmar International Limited (Wilmar Group Indonesia) – Skor 69 | Rating B | BHR Early Adopting Company – Plakat & Sertifikat
6. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk – Skor 72 | Rating BB | BHR Improving Company – Plakat & Sertifikat
7. First Resources Limited – Skor 82 | Rating BBB | BHR Intermediate Company – Plakat & Sertifikat
8. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk – Skor 84 | Rating BBB | BHR Intermediate Company – Plakat & Sertifikat
Sektor Pertambangan
1. PT Kaltim Prima Coal – Skor 62 | Rating B | BHR Early Adopting Company – Plakat & Sertifikat
2. PT Vale Indonesia Tbk – Skor 62 | Rating B | BHR Early Adopting Company – Plakat & Sertifikat
3. PT Merdeka Copper Gold Tbk – Skor 63 | Rating B | BHR Early Adopting Company – Plakat & Sertifikat
4. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (Harita Nickel) – Skor 65 | Rating B | BHR Early Adopting Company – Plakat & Sertifikat
5. PT BUMI Resources Tbk – Skor 73 | Rating BB | BHR Improving Company – Plakat & Sertifikat. (*)

Discussion about this post