SERANG, BANPOS – Terdapat ratusan titik rawan bencana yang tersebar di Banten. Potensi tanah longsor teridentifikasi dominan di wilayah Banten bagian selatan, sementara potensi banjir mengancam wilayah Tangerang Raya serta beberapa titik di Serang, Lebak, dan Pandeglang.
Kepala Pelaksana BPBD Banten, Lutfi Mujahidin mengimbau masyarakat yang tinggal di zona rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri. Warga juga diminta memahami jalur evakuasi dan mengamankan dokumen-dokumen penting.
”Ketika bencana datang, kita harus siap,” pungkasnya.
Pemprov Banten telah siap menghadapi seluruh potensi bencana yang mungkin terjadi. Kesiapan itu juga ditunjukkan dengan menyiagakan 450 personel gabungan guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di wilayah Banten.
Lutfi Mujahidin, menjelaskan bahwa 450 personel yang disiagakan merupakan tim gabungan dari TNI, Polri, relawan sosial dan kebencanaan, serta instansi terkait dari tingkat provinsi hingga pusat. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat respons saat terjadi keadaan darurat.
”Seluruh peralatan BPBD telah kami keluarkan untuk dicek kelayakannya demi memastikan operasional siap saat dibutuhkan,” kata Lutfi.
Langkah ini, kata Lutfi, diambil merujuk pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi hujan dengan intensitas tinggi hingga sangat tinggi di sejumlah wilayah Banten, serta instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir dan tanah longsor.
Sementara, Gubernur Banten, Andra Soni menegaskan, kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah mutlak diperlukan mengingat bencana dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa peringatan.
”Kita tidak berharap bencana datang, tetapi kesiapsiagaan harus selalu diutamakan. Kesiapan infrastruktur, sistem peringatan dini, dan kapasitas masyarakat harus terus diperkuat secara berkelanjutan,” ujar Andra Soni.(*)

Discussion about this post