RANGKASBITUNG, BANPOS – Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Jakarta bersama PT KAI dan PT KCI mulai melakukan sosialisasi terkait uji coba pengoperasian gedung baru Stasiun Rangkasbitung.
Tahapan ini dilakukan untuk memastikan seluruh layanan, fasilitas, dan alur penumpang berjalan sesuai skema operasional sebelum gedung tersebut digunakan penuh.
Pengembangan stasiun dilakukan menjawab lonjakan kebutuhan transportasi di wilayah Lebak.
Kapasitas layanan yang sebelumnya hanya mampu menampung sekitar 26 ribu pengguna per hari kini ditingkatkan menjadi hingga 83 ribu penumpang.
Bangunan anyar dirancang lebih luas dan modern, serta terhubung dengan berbagai moda transportasi di sekitarnya.
Kepala BTP Kelas I Jakarta, Ferdian Suryo Adhi Pramono, menjelaskan bahwa bangunan baru tersebut menghadirkan penataan ruang yang lebih terstruktur.
Fasilitas publik seperti ruang tunggu, musala, ruang laktasi, toilet umum dan toilet ramah disabilitas turut disiapkan.
“Untuk mobilitas penumpang, tersedia tujuh lift, lima eskalator, 15 gate tiket otomatis, serta empat akses masuk yang dilengkapi CCTV 24 jam,” kata Ferdian kepada dalam keterangan resminya yang diterima BANPOS pada Senin (24/11).
Dari sisi operasional, lanjutnya, jalur kereta juga ditata ulang. Jalur 2 diprioritaskan untuk kereta lokal, Jalur 3 untuk kereta barang, sedangkan layanan KRL diarahkan melalui Jalur 4 dan 5.
Adapun jalur 6 hingga 9 disiapkan sebagai area stabling untuk meningkatkan fleksibilitas pola perjalanan.
“Kemudahan perpindahan moda turut didukung dengan keberadaan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dengan ramp sepanjang 85 meter yang menghubungkan sisi utara–selatan,” ujarnya.
“Selain itu, area drop-zone di sisi utara dan selatan telah ditata untuk memecah kepadatan kendaraan di jam sibuk,” lanjutnya.
Dalam masa transisi, terdapat perubahan alur penumpang, terutama pengguna KRL.
Penumpang dari sisi utara diarahkan menuju selasar concourse melalui lift, eskalator, atau tangga manual sebelum melanjutkan ke loket dan gate tiket.
Sementara dari sisi selatan, pengguna dapat masuk melalui area JPO yang menjadi akses utama drop-off kendaraan.
Sekadar informasi, BTP mencatat progres pembangunan gedung baru telah mencapai 94,39 persen. Rinciannya, pembangunan gedung 97,89 persen, fasilitas operasi 96,36 persen, penataan jalur 95,88 persen, serta selasar dan ramp JPO 44,21 persen. (*)

Discussion about this post