SERANG, BANPOS – Menghadapi tingginya risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan perlunya peremajaan sekaligus penambahan peralatan kebencanaan di provinsi tersebut. Penegasan itu disampaikan saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi di Kota Serang, Senin (24/11).
Andra menekankan bahwa peralatan yang ada saat ini banyak yang sudah uzur dan tidak lagi berfungsi maksimal, sehingga perlu segera dievaluasi dan diperbarui. Ia meminta Sekda dan Kepala Pelaksana BPBD untuk melakukan inventarisasi menyeluruh. “Berdasarkan pengalaman kita di tahun 2018 dan 2019, kita perlu tambahan peralatan. Saya sudah sampaikan kepada Sekda dan Kalak untuk menginventarisir alat-alat kita yang sudah uzur dan fungsinya tidak maksimal untuk diremajakan dalam rangka kesiapsiagaan,” ujarnya.
Selain peremajaan, Andra secara khusus menekankan kebutuhan penambahan unit perlengkapan baru agar penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat dan efektif. Ia menilai ketersediaan peralatan yang memadai menjadi kunci keberhasilan mitigasi bencana di wilayah rawan.
Menurut Andra, kesiapsiagaan bukan hanya soal alat, tetapi juga koordinasi. Karena itu, ia meminta seluruh unsur pemerintah dan masyarakat bergerak secara terpadu. “Kegiatan hari ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk bersikap proaktif dalam membangun kewaspadaan dini dan mitigasi risiko,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa sinergi lintas lembaga sangat diperlukan. “Sinergi BPBD, TNI, Polri, relawan penanggulangan bencana bersama pemangku kepentingan dan masyarakat sangat diperlukan dalam mitigasi dan penanganan bencana hidrometeorologi,” paparnya.
Andra juga mengingatkan pentingnya pemerataan kesiapan di seluruh titik rawan bencana. “Infrastruktur dan suprastruktur penanganan bencana berbasis masyarakat pada seluruh titik rawan agar dapat dipersiapkan,” katanya.
Dengan penekanan kuat pada kebutuhan peremajaan dan penambahan peralatan, Gubernur berharap kesiapsiagaan Banten menghadapi cuaca ekstrem dapat meningkat secara signifikan. (*)











Discussion about this post