SERANG, BANPOS — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menjalin kerja sama dengan PT Sauhbahtera Samudera (SBS) terkait pembangunan infrastruktur jalan. Kerja sama itu ditandai dengan penandatangan bersama nota kesepahaman (MoU) di Gedung Setda Kota Serang pada Jumat (23/11/2025).
Kerja sama itu sangat disambut baik oleh Pemkot Serang. Sebab, dengan begitu Pemkot Serang dapat melaksanakan pembangunan infrastruktur jalan tanpa menggunakan APBD. Melainkan dengan bantuan dana corporate social responsibility atau CSR.
Setelah penandatangan MoU tersebut, pihak PT SBS bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUR) segera melakukan pembahasan mengenai teknis pelaksanana pengerjaan infrastruktur jalan.
Kepala DPUPR Kota Serang, Iwan Sunardi, menyampaikan rencananya proyek itu akan dilaksanakan di Jalan Kenari, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Adapun panjangnya mencapai 516 meter dengan lebar kurang lebih sekitar 5 meter.
Kemudian jika dihitung, nilai proyek tersebut ditaksir kurang lebih mencapai Rp1,47 miliar. Kebutuhan anggaran tersebut sepenuhnya nanti akan ditanggung oleh PT SBS melalui dana CSR.
“Nilainya kurang lebih kalau perhitungan kita Rp1.470.000.000,-” kata Iwan.
Lebih jauh Iwan menjelaskan, pihaknya menargetkan, pelaksanaan proyek pembangunan infrastruktur jalan itu bisa dapat terealisasi di tahun 2026. Namun, sebelum itu pihaknya akan melakukan pembahasan teknis terlebih dahulu dengan pihak PT SBS terkait pelaksanaan proyek tersebut.
“Kita akan membicarakan persoalan teknis dengan PT Sauhbahtera Samudera. Mudah-mudahan di tahun anggaran 2026 kita bisa realisasikan,” ucapnya.
Selanjutnya, Talent Manager PT SBS, MB Manto, menjelaskan bahwa ini kali pertama pihaknya menyalurkan bantuan CSR untuk pembangunan infrastruktur jalan bersama pemerintah.
Manto menerangkan, kerja sama itu terjalin berkat adanya komunikasi yang intens antara Pemkot Serang dengan pihak perusahaan Pengelolaan air bersih itu.
“Pemerintah Kota yang sudah mengajak kita untuk bermitra dalam peningkatan pembangunan, khususnya di bidang jalan,” terangnya.
Kemudian, ia juga menjelaskan, terkait anggaran yang digelontorkan merupakan hasil dari sebagian laba yang sengaja disisihkan oleh perusahaan untuk dana CSR. “Saya sendiri menyisihkan dari laba bersih,” pungkasnya. (*)

Discussion about this post