TNUK, BANPOS – Upaya penyelamatan satwa langka Badak Jawa kembali mencatat sejarah. Untuk pertama kalinya, seekor individu jantan bernama Musofa berhasil ditranslokasi menuju kawasan konservasi khusus Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA) di Taman Nasional Ujung Kulon.
Pemindahan ini merupakan bagian dari “Operasi Merah Putih”, sebuah misi konservasi berisiko tinggi yang memadukan kekuatan Kementerian Kehutanan, pihak Taman Nasional Ujung Kulon, dan unsur TNI, khususnya Marinir TNI Angkatan Laut.
Operasi yang dipimpin Danrem 064/MY selaku Komandan Satgas ini melibatkan koordinasi ketat sejak masa persiapan.
Bahkan simulasi demi simulasi dilakukan, termasuk penggunaan kendaraan amfibi KAPA K-61 Marinir TNI AL untuk memetakan kondisi medan ekstrem yang bakal dilalui selama membawa kandang angkut berisi satwa seberat lebih dari satu ton tersebut.
“Pada 3 November 2025, Musofa akhirnya berhasil masuk ke pit trap setelah masa pemantauan intensif. Kondisinya dipastikan stabil sebelum proses pemindahan. Sehari kemudian, tepat pukul 04.00 WIB, tim mulai mengevakuasi Musofa menuju kandang khusus untuk diangkut ke titik penjemputan,” dalam keterangan resmi TNUK yang diyerima BANPOS ada Jumat (21/11).
Dengan pengawalan ketat, kandang Musofa kemudian dibawa menggunakan KAPA K-61 pada 5 November 2025.
Kendaraan amfibi itu melaju melalui jalur laut hingga Legon Pakis sebelum proses akhir dilakukan menggunakan angkutan darat.
Tiba pada pukul 18.20 WIB di kawasan JRSCA, Musofa langsung masuk tahap habituasi di paddock untuk observasi lanjutan.
Pemindahan perdana ini disebut sebagai langkah monumental dalam melindungi populasi badak jawa yang kini hanya tersisa di Ujung Kulon.
“Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa perencanaan matang, dukungan lintas sektor, dan kemampuan teknis TNI AL dapat membuka harapan baru bagi masa depan spesies ikonik Indonesia tersebut,” tegas keterangan resmi itu. (*)



Discussion about this post