JAKARTA, BANPOS – Nilai tukar rupiah pagi ini, Kamis (20/11/2025) dibuka melemah 0,16 persen ke level Rp 16.735 per dolar Amerika Serikat (AS) dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp 16.708 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia bervariasi terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia minus 0,18 persen, yen Jepang melemah 0,18 persen, won Korea Selatan turun 0,06 persen, dolar Singapura melemah 0,04 persen, yuan China melemah 0,03 persen, baht Thailand minus 0,03 persen, dolar Taiwan melemah 0,02 persen, dolar Hong Kong naik 0,09 persen.
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya menguat 0,16 persen ke level 100,20.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap poundsterling Inggris menguat 0,22 persen ke level Rp 21.825, dan terhadap dolar Australia menguat 0,31 persen ke level Rp 10.839.
Analis pasar keuangan Lukman Leong mengatakan, pergerakan rupiah terhadap dolar AS akan bergerak menguat secara terbatas.
Dukungan datang dari keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuannya di level 4,75 persen.
Kondisi ini memberi sinyal stabilitas kebijakan moneter di tengah ketidakpastian global.
“Namun, peluang penguatan rupiah tertahan oleh sentimen eksternal, terutama menguatnya dolar AS setelah risalah pertemuan The Federal Reserve yang dirilis semalam menunjukkan sikap hawkish. Sikap tersebut meningkatkan ekspektasi suku bunga AS akan tetap tinggi lebih lama,” katanya, Kamis (20/11/2025).
Sementara, pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati dan menahan diri melakukan aksi agresif. Investor menanti rilis data neraca transaksi berjalan Indonesia untuk kuartal III yang akan diumumkan besok, yang diperkirakan menjadi salah satu penentu arah rupiah ke depan.
Dengan begitu, Lukman memproyeksi, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp 16.650-Rp 16.750 per dolar AS sepanjang hari ini. (*)

Discussion about this post