SERANG, BANPOS – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri, menegaskan agar PPPK paruh waktu tidak dieksploitasi dalam bentuk apa pun.
Pesan itu disampaikan melalui video pendek akun TikTok miliknya berjudul Egaliter, yang direkam saat pembagian SK PPPK Paruh Waktu di kantor Dindikbud Kota Serang, Rabu (19/11/2025).
Pada kesempatan tersebut, Nuri meminta seluruh pejabat Dindikbud menghindari pungutan liar terhadap PPPK paruh waktu. Ia menegaskan tidak boleh ada permintaan uang, baik terkait administrasi maupun penerbitan SK.
Selain itu, PPPK paruh waktu juga diminta tidak memberikan uang kepada pihak mana pun. Menurut Nuri, integritas harus dijaga sejak awal.
“Awas, jangan ada sampai nanti ngomong disuruh-suruh (kepala dinas). Tidak usah, tidak usah. Ada yang minta tidak, Ibu? Serius, ada yang minta atau tidak? Awas, jangan pura-pura tidak ada yang minta-minta atas nama dinas nanti,” kata Nuri kepada penerima SK yang berkumpul di kantor Dindikbud.
Nasib PPPK Paruh Waktu Belum Jelas
Lebih lanjut Nuri mengingatkan kondisi PPPK paruh waktu yang belum stabil. “Bapak Ibu semua gajinya saja belum jelas. Belum jelas, sudah dimintai sama orang. Tidak usah mau, ya,” ujarnya.
Nuri juga menyempatkan menanyakan kondisi peserta. “Sudah sarapan belum ini? Sarapan dulu biar nanti tidak lemah, ya. Saya ke sini memastikan saja Bapak Ibu semua,” ucapnya.
Ia kembali menegaskan bahwa semua bentuk pungutan harus ditolak. Walaupun itu adalah Kasubag Umpeg Dindik Kota Serang, Bangun.
“Jangan mau dimintai uang oleh siapa pun. Tapi jangan pelit, Ibu. Ibu harus kreatif. Orang fakir miskin biar tambah sedekah. Tapi nanti kalau ada atas nama dinas minta-minta ke Bapak Ibu semua, jangan kasih. Siapa pun dia, laporkan ke saya. Demikian juga termasuk Pak Bangun (Kasubag Umpeg Dindikbud) sekalipun.” katanya lagi.
Di akhir arahannya, Nuri memastikan bahwa Dindikbud tidak memungut uang dari pegawai.
“Tidak ada. Mau kita ke sekolah tiap hari pun tidak pernah minta duit. Malah kita yang ngasih duit, Pak. Tapi tidak seberapa sebetulnya. Yang penting Bapak Ibu semua sehat.” Pungkasnya. (*)


Discussion about this post