TANGERANG, BANPOS – Merespon tren peningkatan penyakit campak di berbagai daerah, Pemerintah Kota Tangerang melakukan tindakan pencegahan penyakit tersebut melalui imunisasi Outbreak Response Immunization (ORI).
Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, Minggu (16/11), penyebaran penyakit campak di Kota Tangerang lebih dari 80 persen yang terdampak merupakan balita belum imunisasi.
”Kami sudah mendalami data dan kondisi yang ada di lapangan bahwa sebagian besar kasus campak yang terjadi menyasar balita yang belum divaksin atau diimunisasi,” ujarnya.
Maka dari itu Pemkot Tangerang juga memastikan imunisasi ORI sesuai dengan kondisi terkini. Imunisasi ORI memberikan dampak signifikan dalam memperkuat pencegahan penyebaran penyakit campak.
“Saat ini, Pemkot Tangerang sudah menggencarkan imunisasi ORI di sejumlah puskesmas, posyandu, sampai sekolah-sekolah yang ada di kecamatan,” ujarnya.
dr Dini menuturkan Pemkot Tangerang mulai menggencarkan imunisasi ORI dalam rangka mengantisipasi Kejadian Luar Biasa (KLB) sekaligus memutus rantai penularan penyakit campak. “Kami sudah mulai menggencarkan imunisasi ORI yang ditargetkan bisa segera diselenggarakan secara merata seperti dalam waktu dekat akan dilangsungkan di Kecamatan lainnya,” kata dia.
Dinkes Kota Tangerang juga mengimbau kepada semua masyarakat agar bisa memanfaatkan layanan vaksin dan imunisasi yang telah disediakan di fasilitas kesehatan maupun posyandu di sekitar lingkungan masing-masing “Pemkot Tangerang mengimbau kepada semua lapisan masyarakat untuk berkolaborasi meningkatkan pencegahan penyakit campak dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungannya,” kata dia. (*)











Discussion about this post