JAKARTA, BANPOS – Nilai tukar rupiah pagi ini, Kamis (13/11/2025) dibuka bergerak melemah 0,09 persen ke level Rp 16.732 per dolar AS dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp16.717.
Pergerakan mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar AS. Dolar Singapura naik 0,01 persen, dolar Hong Kong menguat 0,02 persen, yen Jepang menguat 0,07 persen, ringgit Malaysia naik 0,08 persen, yuan China yang minus 0,01 persen, baht Thailand melemah 0,06 persen, dan won Korea Selatan minus 0,07 persen.
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya stagnan di level 99,40. Sementara pergerakan nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,03 persen ke level Rp 19.390, terhadap poundsterling Inggris menguat 0,16 persen ke level Rp 21.948, dan terhadap dolar Australia naik 0,57 persen ke level Rp 10.973.
Analis pasar keuangan Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah masih akan tertekan terhadap dolar AS. Ini terjadi imbas antisipasi pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia pada pekan depan.
“Indeks dolar AS sendiri terpantau stagnan dan cenderung turun oleh pernyataan dovish dari beberapa pejabat The Fed,” katanya, Kamis (13/11/2025).
Dia memproyeksi, nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 16.650-Rp 16.800 per dolar AS sepanjang hari ini. (*)

Discussion about this post