CILEGON, BANPOS – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cilegon mengecam keras Pemerintah Kota Cilegon atas meningkatnya angka pengangguran terbuka (TPT) di Kota Cilegon yang kini mencapai 7,41 persen pada Agustus 2025.
Angka ini naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di posisi 6,08 persen,
Ketua Umum HMI Cabang Cilegon, Tb Rizki Andika mengatakan kenaikan ini menunjukkan lemahnya kinerja Pemerintah Kota Cilegon dalam menciptakan lapangan kerja, terutama di tengah derasnya arus investasi industri yang selama ini digembar-gemborkan sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pemerintah Kota Cilegon gagal memastikan kesejahteraan masyarakatnya. Ironis, di tengah kota industri terbesar di Banten, justru angka pengangguran terus meningkat. Ini bukti bahwa kebijakan ekonomi yang dijalankan tidak berpihak kepada rakyat,” ujar Rizki kepada BANPOS saat dikonfirmasi, Senin (10/11/2025).
HMI menilai bahwa peningkatan TPT ini merupakan alarm serius yang menandakan adanya ketimpangan antara pertumbuhan industri dan ketersediaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
Pemerintah Kota Cilegon dianggap tidak memiliki strategi efektif dalam melakukan link and match antara sektor pendidikan, pelatihan tenaga kerja, dan kebutuhan industri.
HMI Cabang Cilegon mendesak Walikota Cilegon dan jajaran terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan ketenagakerjaan dan investasi.
Kemudian meningkatkan program pelatihan dan penempatan tenaga kerja lokal. Menjamin keterlibatan masyarakat Kota Cilegon dalam setiap peluang kerja industri.
“Jika kondisi ini dibiarkan, maka cita-cita Cilegon sebagai kota industri yang sejahtera hanya akan menjadi slogan kosong,” tegas Rizki.
HMI juga menyerukan agar DPRD Kota Cilegon menggunakan fungsi pengawasannya untuk menuntut pertanggungjawaban pemerintah daerah atas meningkatnya angka pengangguran ini. (LUK)

Discussion about this post