SERANG, BANPOS — Komisi IV DPRD Kabupaten Serang melakukan peninjauan terhadap pelaksanaan proyek pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Serang, yang berlokasi di Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang pada Rabu (5/11/2025) kemarin.
Dalam kunjungan itu Komisi IV DPRD Kabupaten Serang menginstruksikan agar pelaksanaan proyek tersebut tepat waktu sesuai kontrak yang disepakati.
Sebagai informasi, berdasarkan data SiRUP LKPP tahun anggaran 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menyiapkan pagu anggaran sebesar Rp9,5 miliar untuk pelaksanaan proyek tersebut.
Adapun proses pengadaannya dilakukan dengan mekanisme e-Purchasing dengan durasi waktu pengerjaan selama 150 hari kalender.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Serang, Yadi Mulyadi, mengatakan pihaknya mendorong pelaksanaan proyek tersebut dapat diselesaikan tepat waktu.
Sebab, pelaksanaan proyek tersebut menggunakan alokasi anggaran dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tahun anggaran 2025.
Dia khawatir, jika pelaksanaan proyek tersebut meleset dari waktu yang ditentukan akan berdampak terhadap penyaluran dana perimbangan pada tahun berikutnya.
“Jangan sampai kalau misal tidak selesaikan nanti pas mengajukan anggaran lagi nanti tidak diberikan lagi. Khawatirnya itu,” katanya.
Oleh karenanya ia mendorong supaya pelaksanaan proyek itu dapat dipercepat, namun dengan tetap memperhatikan aspek kualitas pengerjaan.
Di samping itu ia juga mengimbau kepada pelaksanaan proyek untuk tetap memperhatikan keselamatan diri. Jangan sampai para pekerja abai terhadap faktor keselamatan diri dalam bekerja.
“Sudah dihimbau agar supaya menggunakan APD. Jangan sampai ada terjadi kecelakaan,” ucapnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Serang, dr. Rahmat Fitriadi, mengatakan, pihaknya rutin melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek tersebut.
Ditargetkan, pelaksanaan proyek pembangunan gedung perpustakaan umum daerah itu dapat segera rampung pada minggu pertama Desember 2025.
“Diharapkan sih sesuai dengan kontrak di awal Desember itu bangunan sudah selesai,” ujarnya.
Kemudian agar target itu dapat tercapai, maka pihaknya memutuskan untuk menambah waktu kerja menjadi tiga shift serta menambah jumlah personil pelaksana proyek.
“Sehingga mudah-mudahan dengan seperti itu menambah waktu, menambah jumlah pegawai insyaallah diharapkan itu selesai tepat waktu,” ucapnya. (*)





Discussion about this post