SERANG, BANPOS – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, menegaskan pentingnya masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK) sebagai periode emas dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.
Masa ini mencakup 270 hari selama janin berada di dalam kandungan dan 730 hari atau dua tahun pertama setelah anak dilahirkan.
Menurut Ati, 1.000 HPK merupakan fase paling krusial karena di masa inilah anak mengalami perkembangan pesat, baik secara fisik maupun kognitif.
“Kualitas kesehatan anak di masa depan sangat ditentukan oleh pemenuhan gizi dan perawatan selama 1.000 hari pertama kehidupannya,” ujarnya.
Tahapan Penting Selama Kehamilan
Ati menjelaskan, setiap trimester dalam masa kehamilan memiliki peran penting dalam pembentukan dan perkembangan janin:
- Trimester I (0–12 Minggu):
Masa pembentukan struktur tubuh dan sistem organ janin. Ibu hamil sering mengalami mual, kelelahan, dan perubahan hormon. Asupan gizi seimbang sangat penting untuk mendukung pembentukan organ-organ vital janin. - Trimester II (13–28 Minggu):
Janin mulai mengalami pertumbuhan pesat dan pematangan sistem tubuh. Pada periode ini, janin sudah dapat mendengar suara dari luar dan mulai mengembangkan refleks seperti menghisap jempol. Pemeriksaan USG secara rutin diperlukan untuk memantau perkembangannya. - Trimester III (29–40 Minggu):
Janin mempersiapkan diri untuk lahir, sementara organ-organ tubuhnya mencapai tahap akhir pematangan. Ibu hamil mungkin merasakan kontraksi palsu dan sesak napas. Persiapan mental dan fisik menjelang persalinan, termasuk mengikuti kelas kehamilan, sangat dianjurkan.
Cegah Stunting dengan Perawatan Sejak Dini
Ati menekankan bahwa kekurangan gizi selama masa kehamilan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak, seperti stunting, rendahnya kemampuan berpikir, serta peningkatan risiko penyakit tidak menular di masa depan.
Untuk mencegah hal tersebut, ia mengimbau para ibu hamil agar:
- Melakukan pemeriksaan kehamilan rutin minimal enam kali di fasilitas kesehatan;
- Mengonsumsi nutrisi seimbang, dengan makan lebih sering dan memperbanyak asupan cairan;
- Menghindari rokok dan alkohol, serta membatasi kopi, teh, dan minuman bersoda;
- Mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) atau multivitamin setiap hari;
- Mengenali tanda bahaya kehamilan dan segera berkonsultasi ke rumah sakit bila dirujuk.
Ati juga menambahkan bahwa usia kehamilan 1–3 bulan atau trimester pertama merupakan masa paling kritis dalam pembentukan organ tubuh janin.
“Pada fase ini, ibu hamil harus melakukan pemeriksaan kehamilan ke dokter minimal satu kali, termasuk pemeriksaan USG dan laboratorium lengkap,” tegasnya.
Dengan menjaga kesehatan dan asupan gizi sejak masa kehamilan, diharapkan angka stunting di Banten dapat terus menurun, serta anak-anak tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan kompetitif. (ADV)









Discussion about this post