SERANG, BANPOS – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, mengimbau masyarakat, terutama keluarga yang memiliki anggota lanjut usia, untuk aktif melakukan Skrining Lansia Sederhana (SKILAS) secara berkala sebagai langkah deteksi dini terhadap masalah kesehatan pada lansia.
Menurut Ati, SKILAS merupakan upaya penting dalam menjaga kualitas hidup warga lanjut usia.
“SKILAS bukan sekadar pemeriksaan biasa. Ini adalah alat bantu sederhana untuk mendeteksi dini masalah kesehatan pada lansia, dengan tujuan utama meningkatkan kualitas hidup mereka melalui intervensi yang tepat dan cepat,” ujar Ati.
Ati menjelaskan, skrining ini bermanfaat untuk menemukan potensi gangguan kesehatan sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih efektif.
Dengan mengetahui kondisi kesehatannya, lansia juga dapat mengambil langkah mandiri untuk menjaga keseimbangan fisik dan mental mereka, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap efisiensi biaya perawatan jangka panjang.
“Kami menyarankan semua lansia, terutama yang berusia 60 tahun ke atas, untuk melakukan SKILAS secara rutin, idealnya minimal satu kali dalam setahun,” tambahnya.
Cakupan dan Lokasi Pelaksanaan SKILAS
Program SKILAS dirancang sederhana, terdiri dari serangkaian pertanyaan dan pemeriksaan fisik singkat. Cakupan pemeriksaan meliputi:
- Fungsi kognitif, seperti memori dan kemampuan berpikir;
- Status gizi, termasuk pengukuran berat dan tinggi badan;
- Mobilitas, atau kemampuan berjalan dan menjaga keseimbangan;
- Kesehatan mental, seperti tingkat kecemasan dan perasaan sedih;
- Kesehatan fisik, termasuk riwayat penyakit dan penggunaan obat.
Dinas Kesehatan Provinsi Banten memastikan bahwa masyarakat dapat mengakses layanan SKILAS dengan mudah di berbagai fasilitas kesehatan.
“Masyarakat bisa mendatangi Puskesmas, Posyandu Lansia, Klinik, atau Rumah Sakit terdekat untuk melakukan SKILAS,” jelas Ati.
Ia berharap, dengan pelaksanaan SKILAS secara rutin, para lansia di Banten dapat tetap sehat, mandiri, dan bahagia di usia senja.
Ati juga mengingatkan agar lansia yang hasil skriningnya menunjukkan penurunan kapasitas intrinsik segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Masyarakat dapat menghubungi fasilitas kesehatan terdekat atau mengunjungi website Kementerian Kesehatan RI untuk informasi lebih lanjut,” tandasnya. (ADV)









Discussion about this post