CILEGON, BANPOS – Sejumlah website atau situs-situs di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mendapatkan serangan siber dengan menyisipkan konten-konten negatif.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Cilegon, Agus Zulkarnain, mengatakan bahwa tahun ini website milik Pemkot Cilegon mendapat serangan siber.
“Ada beberapa web OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkena serangan beberapa kita sudah pulihkan kembali. Biasanya konten judi online (judol) dan jual beli obat terlarang, ada untuk penggugur kandungan. Nah itu salah satunya diantaranya,” kata Agus, Senin (3/11).
Dikatakan Agus, sejak awal tahun sampai saat ini ada enam OPD yang terdampak oleh serangan siber.
“Kalau tidak salah enam web OPD,” ungkapnya.
Agus mengakui saat ini pihaknya sudah memiliki tim Computer Security Insiden Response Team (CSIRT) untuk mengantisipasi serangan siber tersebut.
“Kita ketahui Pemkot Cilegon sebetulnya sudah memiliki tim CSIRT berkaitan dengan situs-situs atau web yang terdampak konten negatif. Tim CSIRT ini ada di seluruh OPD. Nah memang Kominfo sebagai leading sektor. Dan kami saat ini sudah memiliki aplikasi khusus untuk memonitor dan memantau berkaitan dengan serangan terhadap sistem elektronik pemerintah Kota Cilegon. Ini berkat dukungan dari BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) Republik Indonesia,” ungkapnya.
“Jadi apabila dari dashboard aplikasi tersebut kita ketahui ada serangan konten negatif, kita langsung lakukan take down. Nanti kita lakukan pemulihan. (Kemudian) Kita lakukan dulu penelitian berkaitan dengan sisipan konten-konten yang negatif ini,” paparnya.
Dikatakan Agus, berkaitan dengan hal ini, kebetulan pihaknya baru menerima surat undangan dari Kemenkomdigi akan ada pelatihan untuk pengamanan website atau sistem elektronik kepada pemerintah daerah.
“Tadi siang kita mengetahui ada surat undangan dari Kemenkomdigi kepada seluruh dinas Kominfo Kabupaten/Kota dan Provinsi se Indonesia berkaitan dengan pelatihan untuk pengamanan web atau sistem elektronik pemerintah daerah,” ujarnya.
Rencananya pelatihan ini dilaksanakan ditanggal 12 dan 13 November 2025.
“Harus diakui memang ini (serangan siber) sangat mengganggu dan membuat tidak nyaman karena situs resmi Pemkot Cilegon maupun OPD ini tampilannya berubah menjadi tampilan yang kurang layak,” ujarnya.
Saat ditanya apakah, serangan tersebut bisa dipulihkan dalam waktu singkat, Agus menjawab tergantung jenis serangannya.
“Tergantung jenis serangannya ada yang bisa dipulihkan dalam waktu singkat tetapi biasanya kurang lebih satu Minggu maksimal. Kita berkoordinasi dan meminta bantuan BSSN. Alhamdulillah selama ini tertangani bisa diselesaikan,” ungkapnya.
Terkait dengan sumber daya manusia (SDM) yang ada di Kominfo Cilegon untuk mengantisipasi bilamana adanya serang tersebut, Agus mengakui bahwa saat ini pegawainya sangat terbatas.
“Nah ini kalau bicara SDM di persandian ini kita punya sandiman untuk penanganan informatika tapi jabatan itu belum terisi. Kedepan kami sudah memikirkan pengisian jabatan itu dengan meminta dukungan dari BSSN. Mudah-mudahan ada yang bisa ditugaskan ke Pemkot Cilegon,” ujarnya.
“Saat ini ada tapi belum memadai kompetensinya. Kita berkordinasi dan meminta bantuan petunjuk dari BSSN,” tandasnya. (*)



Discussion about this post