Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Zulhas : Banyak yang Kecipratan Rezeki MBG

by Ipay
November 2, 2025
in EKONOMI, FIGUR, NASIONAL, PEMERINTAHAN
Zulhas : Banyak yang Kecipratan Rezeki MBG

Baca Juga

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026

Gubernur Tegaskan Randis Dilarang Dipakai untuk Mudik

Maret 7, 2026

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026

JAKARTA, BANPOS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan cuma bikin perut kenyang, tapi juga mendorong pergerakan ekonomi dengan nilai Rp 86 triliun.
Hal ini disampaikan Menko Pangan Zulkifli Hasan saat tampil di ajang Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia & Indonesia Fintech Summit & Expo (FEKDI x IFSE) di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (1/11). Menurut hitungan Zulhas-sapaannya, kebutuhan bahan baku MBG untuk 82,9 juta penerima manfaat menembus Rp 86 triliun saban tahun.
“Telur ayam 368 ribu ton nilainya Rp 11 triliun, daging ayam 663 ribu ton Rp 26,5 triliun, ikan 415 ribu ton Rp 17,8 triliun, dan beras 2,3 juta ton Rp 31 triliun,” papar Zulhas.
Kalau target itu jalan mulus, tiap hari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) butuh 82,9 juta butir telur, 82,9 juta potong ayam, ikan, mangkuk sayur, dan buah segar untuk setiap penerima manfaat. “Saya juga diminta memimpin ini,” ujarnya, sambil tersenyum bangga.
Meski belum jalan penuh, efek ekonomi MBG sudah terasa. Harga ayam dan telur di sejumlah daerah mulai menanjak. “Di Jawa Barat sudah naik hampir 10 persen. Ini salah satu indikasi ekonomi rakyat bergerak karena MBG,” ungkap Zulhas.
Menurutnya, program ini bukan cuma soal makan gratis, tapi soal ekonomi rakyat yang berputar dari bawah. Petani, peternak, nelayan, sampai ibu-ibu rumah tangga ikut kecipratan rezeki MBG.
“Yang punya kebun sayur laku, yang punya tambak ikan laku, yang punya ayam petelur juga laku,” cetusnya.
Ia pun mengaku sudah menerima Keppres Nomor 28 Tahun 2025 sebagai dasar pelaksanaan MBG. Menurutnya, ini bukan program karitatif, tapi investasi masa depan. “Anak-anak yang bergizi baik akan tumbuh cerdas, sehat, dan produktif,” ujarnya. (*)

Source: RM.ID
ShareTweetSend

Berita Terkait

PERISTIWA

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Gubernur Tegaskan Randis Dilarang Dipakai untuk Mudik

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026
PEMERINTAHAN

Disnakertrans Pandeglang Bakal Tindaklanjuti Aduan Pekerja Gudang PT Gudang Wings Labuan

Maret 5, 2026
EKONOMI

Muji Rohman Optimis Industri Sawah Luhur Pangkas Pengangguran

Maret 5, 2026
Next Post
BPK jadi tuan rumah INCOSAI ke-26 pada 2028

BPK jadi tuan rumah INCOSAI ke-26 pada 2028

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh