JAKARTA, BANPOS – Pada awal perdagangan nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis, Kamis (30/10/2025 ), naik 0,09 persen ke level Rp16.602 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp16.617 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia tercatat bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang menguat 0,14 persen, dolar Singapura naik 0,05 persen, yuan China menguat 0,02 persen, dan dolar Hong Kong naik 0,01 persen. Sementara itu, ringgit Malaysia melemah 0,27 persen, dolar Taiwan turun 0,24 persen, won Korea Selatan melemah 0,14 persen, dan baht Thailand terkoreksi 0,03 persen.
Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama tercatat melemah 0,17 persen ke level 98,85. Sementara rupiah juga tercatat menguat terhadap poundsterling Inggris sebesar 0,21 persen ke Rp21.946, serta terhadap dolar Australia naik 0,39 persen ke Rp 10.952.
Analis pasar keuangan Lukman Leong memperkirakan, meski dibuka menguat, rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS sepanjang hari ini.
“Pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan tajam dolar AS setelah hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC),” kata Lukman di Jakarta, Kamis (30/10/2025).
Menurutnya, meskipun pemangkasan suku bunga The Fed sesuai dengan perkiraan pasar, pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell cenderung hawkish terkait arah kebijakan berikutnya.
“Pemangkasan suku bunga di akhir tahun dinilai masih jauh dari kepastian,” ujarnya.
Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 16.550–Rp 16.700 per dolar AS sepanjang hari ini. (*)

Discussion about this post