Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Meneguhkan Jati Diri Bangsa di Tengah Arus Globalisasi

by Tim Redaksi
Oktober 25, 2025
in VOX POPULI
Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Meneguhkan Jati Diri Bangsa di Tengah Arus Globalisasi

Oleh: Salsabila
Mahasiswi FKIP Untirta
NIM: 2227230019

Globalisasi telah menjadi fenomena yang tak dapat dihindari dalam kehidupan bangsa-bangsa di dunia. Kemajuan teknologi, keterbukaan informasi, dan pergerakan manusia lintas batas negara menghadirkan peluang sekaligus tantangan yang besar bagi Indonesia. Di satu sisi, globalisasi membuka akses luas terhadap pengetahuan, ekonomi, dan budaya dunia. Namun di sisi lain, arus global yang tanpa batas ini juga membawa pengaruh negatif, terutama terhadap nilai-nilai karakter dan jati diri bangsa.

Dalam situasi seperti ini, pendidikan kewarganegaraan (PKn) memiliki peran yang sangat strategis. PKn bukan sekadar mata pelajaran di sekolah yang mengajarkan tentang konstitusi atau sistem pemerintahan, tetapi merupakan sarana pembentukan karakter dan identitas kebangsaan yang kokoh di tengah perubahan zaman. Melalui PKn, peserta didik diarahkan untuk memahami nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa seperti gotong royong, toleransi, tanggung jawab, dan nasionalisme.

Baca Juga

Tekan Asap Sampah Warga, Kkm Untirta Hadirkan Incinerator di Kadumaneuh

Tekan Asap Sampah Warga, Kkm Untirta Hadirkan Incinerator di Kadumaneuh

Februari 9, 2026
Mahasiswa KKM 67 UNTIRTA Bangun Insinerator Minim Asap di Lambangsari

Mahasiswa KKM 67 UNTIRTA Bangun Insinerator Minim Asap di Lambangsari

Februari 7, 2026
Gubernur Andra: Kepala Daerah Harus Siap Dicaci Dimaki

Gubernur Andra: Kepala Daerah Harus Siap Dicaci Dimaki

Januari 29, 2026
Mahasiswa KKM 68 Untirta Gelar Penyuluhan Pencegahan Diabetes dan Cek Kesehatan Gratis di Desa Mangkunegara

Mahasiswa KKM 68 Untirta Gelar Penyuluhan Pencegahan Diabetes dan Cek Kesehatan Gratis di Desa Mangkunegara

Januari 26, 2026

Tantangan Globalisasi dan Krisis Identitas Bangsa

Menurut Tuhuteru (2017), arus globalisasi membawa dampak serius terhadap jati diri bangsa. Fenomena seperti menurunnya moralitas, meningkatnya individualisme, serta melemahnya semangat kebangsaan menjadi tanda bahwa karakter bangsa mulai tergerus oleh budaya luar yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Tayangan media yang sarat kekerasan, gaya hidup konsumtif, dan ketergantungan pada teknologi turut memperparah krisis moral generasi muda.

Dalam kondisi ini, pendidikan kewarganegaraan berperan sebagai “benteng moral” yang menjaga agar peserta didik tidak terombang-ambing oleh pengaruh negatif globalisasi. Melalui pembelajaran PKn yang kontekstual, guru dapat mengajak siswa untuk menelaah fenomena sosial di sekitar mereka seperti isu intoleransi, penyalahgunaan media sosial, atau rendahnya kepedulian sosial dan mengaitkannya dengan nilai-nilai kebangsaan yang harus dijaga.

PKn sebagai Wahana Pembentukan Karakter dan Nasionalisme

Menurut Mutmainnah, dkk. (2024), pendidikan kewarganegaraan memiliki fungsi yang lebih luas dari sekadar penyampaian pengetahuan tentang negara. PKn adalah upaya sistematis untuk membentuk karakter warga negara yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki tanggung jawab sosial. Nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, dan kepedulian ditanamkan melalui kegiatan pembelajaran yang aktif, partisipatif, dan reflektif.

PKn juga mendorong peserta didik agar memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara yang kuat. Dalam konteks globalisasi, kesadaran ini menjadi kunci untuk menjaga identitas nasional di tengah percampuran budaya global. Siswa tidak hanya dituntut memahami hak dan kewajiban warga negara, tetapi juga diajak untuk menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan Karakter sebagai Pilar Jati Diri Bangsa

Dewi dkk (2021) menyoroti bahwa krisis karakter yang melanda bangsa Indonesia merupakan akibat dari melemahnya pendidikan nilai di lingkungan sekolah dan keluarga. Pendidikan yang terlalu berorientasi pada hasil akademik cenderung mengabaikan pembinaan karakter. Padahal, karakter merupakan inti dari jati diri bangsa. PKn memiliki posisi sentral untuk menghidupkan kembali semangat moral dan etika kebangsaan.

Melalui pembelajaran berbasis nilai, PKn mengembangkan tiga ranah moral yang saling berkaitan, yaitu moral knowing (pemahaman nilai), moral feeling (penghayatan nilai), dan moral action (tindakan nyata berdasarkan nilai). Kombinasi ketiganya menjadikan pendidikan kewarganegaraan bukan hanya proses kognitif, tetapi juga proses pembentukan kepribadian utuh.

Meneguhkan Jati Diri Bangsa Melalui Sinergi Pendidikan

Meneguhkan jati diri bangsa bukanlah tanggung jawab sekolah semata. Tuhuteru (2017) menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan karakter melalui PKn memerlukan kolaborasi antara lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Sekolah menjadi tempat menanamkan nilai dasar, keluarga menjadi lingkungan pertama pembiasaan, sementara masyarakat menjadi ruang nyata untuk menerapkan nilai tersebut. Sinergi ini menjadi kunci agar nilai-nilai Pancasila benar-benar hidup dalam perilaku sehari-hari. Pendidikan kewarganegaraan dapat menjadi gerakan moral nasional  bukan sekadar mata pelajaran di ruang kelas.

Membangun Bangsa Bermartabat di Tengah Dunia Tanpa Batas

Di tengah derasnya arus globalisasi, pendidikan kewarganegaraan harus terus beradaptasi tanpa kehilangan jati dirinya. PKn bukan hanya pengajaran teori kenegaraan, melainkan proses pembentukan warga negara yang berkarakter, kritis, dan berdaya saing global. Generasi muda Indonesia perlu dibekali dengan kemampuan untuk menyaring pengaruh global tanpa kehilangan akar budaya dan nilai Pancasila.

Melalui PKn yang kuat dan berkarakter, bangsa Indonesia dapat tetap berdiri teguh sebagai bangsa yang bermartabat, beradab, dan berkepribadian luhur bangsa yang mampu “menjadi bagian dari dunia” tanpa kehilangan identitasnya sebagai Indonesia. (*)

Artikel ini ditulis untuk memenuhi tugas Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Kewarganegaraan
Dosen Pengampu: Dr. Ujang Jamaludin, S.Pd..,M.Si., M.Pd

REFERENSI

Istianah, A., & Komalasari, K. (2023). Dampak Isu Global Terhadap Jati Diri Bangsa Dan Karakter Ke Indonesiaan Melalui Pendidikan Kewarganegaraan. Asanka: Journal Of Social Science And Education, 4(1), 97-107.

Tuhuteru, L. (2017). Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Peningkatan Pembentukan Karakter Bangsa di Tengah Arus Globalisasi. Prosiding Konferensi Nasional Kewarganegaraan III p-ISSN, 2598, 5973.

Mutmainnah, F., Sugara, H., & Sholehah, I. (2024). PENGUATAN KARAKTER BANGSA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ERA GLOBALISASI MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN. JURNAL KOULUTUS, 7(2), 255-263.

Dewi, D. A., & Ulfiah, Z. (2021). Peranan Pendidikan Kewarganegaraan Terhadap Pembangunan Karakter Bangsa. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 9(2), 499-506.

Iswanda, M. L., & Dewi, D. A. (2021). Peran Pendidikan Kewarganegaraan di Era Globalisasi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(1), 1494-1500.

Tahta, A. V., Azzahra, R. F., Saraswati, U., Iksan, Y. N., & Tarsidi, D. Z. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI WADAH INTERNALISASI JATI DIRI BANGSA DI ERA GLOBAL. Sindoro: Cendikia Pendidikan, 16(12), 631257.

Kale, D. Y. A., Mas’ ud, F., & Nassa, D. Y. (2025). Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan dalam Membentuk Karakter Bangsa yang Tangguh di Era Digital. Media Sains, 25(1), 9-14.

Tags: Universitas Sultan Ageng Tirtayasauntirta
ShareTweetSend

Berita Terkait

Tekan Asap Sampah Warga, Kkm Untirta Hadirkan Incinerator di Kadumaneuh
PENDIDIKAN

Tekan Asap Sampah Warga, Kkm Untirta Hadirkan Incinerator di Kadumaneuh

Februari 9, 2026
Mahasiswa KKM 67 UNTIRTA Bangun Insinerator Minim Asap di Lambangsari
PENDIDIKAN

Mahasiswa KKM 67 UNTIRTA Bangun Insinerator Minim Asap di Lambangsari

Februari 7, 2026
Gubernur Andra: Kepala Daerah Harus Siap Dicaci Dimaki
PEMERINTAHAN

Gubernur Andra: Kepala Daerah Harus Siap Dicaci Dimaki

Januari 29, 2026
Mahasiswa KKM 68 Untirta Gelar Penyuluhan Pencegahan Diabetes dan Cek Kesehatan Gratis di Desa Mangkunegara
PENDIDIKAN

Mahasiswa KKM 68 Untirta Gelar Penyuluhan Pencegahan Diabetes dan Cek Kesehatan Gratis di Desa Mangkunegara

Januari 26, 2026
Mahasiswa KKM 97 UNTIRTA Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Warga Dusun Cikukuk Landeh
PENDIDIKAN

Mahasiswa KKM 97 UNTIRTA Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Warga Dusun Cikukuk Landeh

Januari 26, 2026
Mahasiswa KKM 97 UNTIRTA Sosialisasikan Anti Bullying di SDN Pasanggrahan
PENDIDIKAN

Mahasiswa KKM 97 UNTIRTA Sosialisasikan Anti Bullying di SDN Pasanggrahan

Januari 26, 2026
Next Post
Komandan Unit Intel Kodim 0623 Cilegon Tangkap Dua Pengedar Narkoba

Komandan Unit Intel Kodim 0623 Cilegon Tangkap Dua Pengedar Narkoba

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh