JAKARTA, BANPOS – Indonesia berperan penting dalam mendorong sinergi dan penguatan ekonomi global di forum G20 dan BRICS. Hal tersebut disampaikan Presiden Afrika Selatan (Afsel) Cyril Ramaphosa kepada Presiden Prabowo Subianto, dalam pertemuan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/10/2025).
Ramaphosa tiba di Istana Negara sekitar pukul 11.05 WIB dengan menumpangi mobil kenegaraan Mercedes-Benz. Prabowo menyambut hangat kedatangan Ramaphosa di pilar Istana Merdeka. Kedua kepala negara kemudian berpelukan sambil berjabat tangan, lalu melangkah bersama menuju area upacara kenegaraan.
Dalam prosesi upacara penyambutan, 19 dentuman meriam terdengar bergema dari arah Monas sebagai bentuk penghormatan tertinggi bagi kepala pemerintahan negara sahabat. Prabowo dan Ramaphosa selanjutnya melakukan inspeksi pasukan kehormatan di halaman Istana Merdeka. Di tengah prosesi, keduanya berhenti sejenak untuk memberikan penghormatan kepada bendera kebangsaan masing-masing.
Usai upacara, keduanya menuju Ruang Kredensial untuk melakukan pertemuan bilateral. Setelah itu, Prabowo dan Ramaphosa melanjutkan kegiatan dengan makan siang bersama.
Di akhir pertemuan, keduanya menggelar konferensi pers bersama. Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk mempererat hubungan kerja sama dengan Afsel. Prabowo menilai, kedua negara memiliki kesamaan sebagai kekuatan besar di belahan selatan dunia.
“Kita sama-sama tergabung dalam BRICS dan ingin melihat hubungan yang lebih erat antara kedua negara. Afrika Selatan merupakan mitra strategis Indonesia di Benua Afrika,” kata Prabowo.
Prabowo lalu memuji Ramaphosa sebagai salah satu pemimpin besar di Afrika. Ia mengaku mengikuti jejak langkah Ramaphosa dalam memperjuangkan kebebasan dan demokrasi di Afsel.
“Afrika adalah masa depan ekonomi dunia yang tengah bangkit. Semoga pertemuan ini menjadi awal dari hubungan yang semakin erat antara Indonesia dan Afrika Selatan,” ucap Prabowo.
Menanggapi hal tersebut, Ramaphosa menyatakan, kunjungannya ke Indonesia memiliki arti penting bagi hubungan kedua negara. Ia menegaskan, kunjungan kali ini menjadi simbol komitmen untuk memperkuat kemitraan yang sudah terjalin lama.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas sambutan hangat yang telah Anda berikan kepada kami,” ucap Ramaphosa.
Selanjutnya, Ramaphosa menyampaikan peran penting Indonesia dalam mendorong sinergi dan penguatan ekonomi global di forum G20 dan BRICS. Kata dia, negara-negara anggota BRICS sangat memperhitungkan kehadiran Indonesia. Adanya Indonesia dapat memperkuat pembangunan dan transformasi ekonomi.
“Kami menantikan kerja sama yang lebih erat dengan Indonesia dan negara-negara BRICS lainnya dalam mendorong reformasi global,” imbuh Ramaphosa.
Dia berharap, Indonesia terus menunjukkan peran penting di setiap rangkaian agenda BRICS. Terlebih, sebelumnya Indonesia telah menunjukkan posisi sebagai katalis pertumbuhan ekonomi di antara negara-negara anggota BRICS.
“Dari pihak kami, ini menunjukkan komitmen bersama untuk memperdalam kerja sama antara kedua negara,” ucap Ramaphosa.
Dia lalu mengundang Prabowo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan digelar pada November 2025. Afsel menjadi tuan rumah KTT G20 pada tahun ini.
“Kami sangat menghargai peran serta Indonesia. Kami senang Yang Mulia akan hadir dalam KTT Pemimpin G20 di Johannesburg bulan depan,” imbuhnya.
Selain itu, Ramaphosa mengenang dukungan Indonesia terhadap perjuangan bangsanya melawan sistem apartheid. Dia melihat, Indonesia konsisten menunjukkan solidaritas kepada rakyat Afsel di masa-masa paling sulit.
“Kami melihat hal ini sebagai tanda yang sangat baik atas pentingnya hubungan yang Anda berikan antara Afrika Selatan dan Indonesia,” ucapnya.
Ramaphosa juga menyampaikan ucapan selamat kepada Indonesia atas peringatan 70 tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) yang pertama kali diselenggarakan di Bandung pada 1955. Menurutnya, KAA Bandung 1955 menjadi tonggak penting dalam sejarah bangsa-bangsa Asia dan Afrika untuk memperkuat kerja sama Selatan-Selatan.
“Selama bertahun-tahun, rakyat Afrika Selatan menemukan sekutu setia dalam diri Indonesia yang secara konsisten mendukung perjuangan melawan apartheid. Kami akan selamanya berterima kasih atas dukungan dan solidaritas rakyat Indonesia,” pungkasnya.
Di akhir konferensi pers, Prabowo meneriakkan seruan Amandla! sambil mengepalkan tangan kanannya ke udara. Sorak tepuk tangan riuh pun terdengar di ruangan. Ramaphosa langsung membalas dengan lantang, Awethu!
Dalam tradisi perjuangan Afsel, Amandla! (kekuatan) dan jawaban Awethu! (milik kita) merupakan slogan legendaris yang menggema pada masa gerakan anti-apartheid. Seruan ini dipopulerkan Nelson Mandela dan para pejuang kemerdekaan sebagai simbol perlawanan terhadap penindasan dan solidaritas rakyat tertindas. (*)

Discussion about this post